HALO DEMAK – Sejumlah organisasi buruh bakal menggelar unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mendatang di Kabupaten Demak.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, Wahyu Agus Suroso dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah, Selasa (21/04/2026), di Gedung Grhadika Bina Praja.
Dalam rakor yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Demak itu, dia menyampaikan bahwa terkait May Day di wilayah Kabupaten Demak, sudah sebanyak 46 pimpinan unit kerja (PUK) buruh berkoordinasi, terkait rencana aksi yang akan digelar.
Mereka juga akan menyampaikan sejumlah aspirasi, yang akan disampaikan kepada pemerintah, termasuk isu ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, hingga perlindungan pekerja.
“Kegiatan akan dipusatkan di area Sport Center dengan konsep yang lebih kondusif, seperti senam bersama, hiburan, serta penyampaian aspirasi pekerja,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.
Dari segi keamanan, Kasat Intelkam Polres Demak, Mohammad Bisri, menjelaskan bahwa situasi global saat ini turut berdampak pada kondisi daerah.
“Pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan menjelang dan pasca kegiatan May Day juga menjadi perhatian. Pihak kepolisian akan melakukan patroli guna mengantisipasi kemungkinan gangguan ketertiban,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi wilayah secara umum masih aman dan terkendali.
Namun demikian, beberapa hal tetap menjadi perhatian, seperti peredaran minuman keras, potensi kerawanan pada kegiatan hiburan masyarakat, serta isu-isu lokal yang berkembang di media sosial.
Kepala Bakesbangpol Demak, Kendarsih Iriani menyampaikan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam menjaga stabilitas wilayah melalui pelaporan dini terhadap berbagai potensi kerawanan.
Ia juga mengingatkan agar perkembangan isu di media sosial menjadi perhatian bersama, mengingat dampaknya yang cukup signifikan terhadap persepsi publik.
“Koordinasi dan sinergi antarinstansi sangat penting, khususnya dalam mendeteksi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kasi Intel Kajaksaan Negri Demak Niam Firdaus menyampaikan pentingnya peran pemerintah dalam merespons cepat berbagai informasi yang beredar di masyarakat, khususnya di media sosial, guna mencegah terbentuknya opini negatif. (HS-08)


