in

Hadiri Gebyar Halalbihalal, Bupati Kebumen dan KH Anwar Zahid Sapa Ribuan Jemaah di Mirit

Pengajian akbar dalam rangka Gebyar Halalbihalal, menghadirkan penceramah asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, di halaman Masjid Al-Iman, Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Selasa (14/4/2026). (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja.

Hal itu diungkapkan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, ketika menghadiri pengajian akbar dalam rangka Gebyar Halalbihalal, yang menghadirkan penceramah asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, di halaman Masjid Al-Iman, Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Selasa (14/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Staf Ahli Bupati, Forkopimcam Mirit, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengurus takmir masjid.

Lebih lanjut Bupati mengatakan selain aspek pelayanan, perlindungan anak juga perlu mendapat perhatian.

Ia juga mengajak seluruh warga, untuk aktif menciptakan lingkungan yang aman bagi pertumbuhan anak-anak.

“Pemerintah terus berupaya menjadikan Kebumen sebagai Kabupaten Layak Anak melalui layanan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Di sisi pembangunan fisik, Bupati memaparkan sejumlah pencapaian infrastruktur di wilayah Mirit.

Setelah mengalokasikan anggaran untuk jalan Gentan–Mirit Petikusan dan Kabekelan–Lembupurwo pada tahun 2025, tahun ini pemerintah daerah melanjutkan pembangunan jalan Sarwogadung–Bonorowo senilai Rp5 miliar, jalan Sarwogadung–Tlogopragoto sebesar Rp1 miliar, serta peningkatan jalan Sirnoboyo–Tlogopragoto dan pelebaran Jembatan Kalimati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kebumen.

Sementara itu, KH Anwar Zahid dalam tausiyahnya mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada euforia “balas dendam” setelah Ramadan melalui makan berlebihan yang justru merugikan kesehatan.

KH Anwar Zahid menekankan bahwa Idulfitri sejatinya bukan sekedar tradisi, melainkan keberhasilan menjalankan laku papat yakni takbiran, zakat fitrah, salat Id, dan silaturahmi.

“Syukur-syukur dilanjutkan dengan puasa sunah Syawal,” sambungnya.

Ia juga berpesan agar jemaah senantiasa menjaga konsistensi ibadah dan perilaku baik di bulan-bulan selanjutnya, sebagaimana yang telah dilakukan selama bulan Ramadan. (HS-08)

 

Awal 2026 Gemilang, Bank Jateng Kebumen Bukukan DPK Rp1,39 Triliun dan Laba Rp17,3 Miliar

19 UMKM Terima HKI Merek Hasil Pendampingan Pemkab Klaten