in

Kota Lama Semarang Diserbu 222 Ribu Wisatawan saat Lebaran, Okupansi Hotel Tembus 95 Persen

Kawasan Kota Lama Semarang yang ramai dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran 2026.

HALO SEMARANG – Kawasan Kota Lama Semarang kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata utama di Jawa Tengah selama libur Lebaran 2026. Gelombang wisatawan memadati kawasan bersejarah ini, menciptakan suasana yang nyaris tak pernah sepi sejak pagi hingga malam.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan ke Kota Lama mencapai 222.856 orang dalam periode H-7 hingga H+4 Lebaran, yakni 13–25 Maret 2026.

Angka tersebut melonjak signifikan sebesar 24,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat 178.683 kunjungan.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kota Semarang kini semakin kuat sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Lonjakan kunjungan ini tak hanya terlihat dari ramainya kawasan wisata, tetapi juga dari tingkat hunian hotel yang hampir penuh. Pada hari kedua Lebaran, okupansi hotel di Kota Semarang mencapai 95,53 persen.

Capaian ini menandakan bahwa wisatawan tidak sekadar datang dan pergi, melainkan memilih untuk tinggal dan menikmati suasana kota lebih lama.

Di balik capaian positif tersebut, Pemkot Semarang juga mencatat sejumlah tantangan. Kepadatan pengunjung dan keterbatasan lahan parkir di kawasan Kota Lama menjadi perhatian utama.

“Kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir di beberapa titik. Ini akan menjadi fokus evaluasi agar ke depan distribusi wisata lebih merata,” jelas Agustina.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi catatan penting. Pemerintah berencana memperkuat standar mitigasi bencana serta menambah fasilitas peneduh di destinasi wisata luar ruang.

Usai libur Lebaran, Pemkot Semarang berkomitmen menjaga tren positif ini melalui berbagai strategi. Mulai dari penguatan destinasi unggulan, revitalisasi kawasan, hingga penyelenggaraan event wisata yang lebih beragam.

Konsep experience-based tourism juga akan diperkuat, dengan menghadirkan festival kuliner dan atraksi berbasis komunitas guna memperkaya pengalaman wisatawan.

Agustina menegaskan, keberhasilan pariwisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga peran masyarakat sebagai tuan rumah.

“Terima kasih kepada warga Semarang yang telah menjadi tuan rumah yang ramah. Kepada pelaku wisata, terus tingkatkan pelayanan dan terapkan Sapta Pesona agar citra pariwisata kita tetap terjaga,” pungkasnya.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Kota Lama Semarang kini tak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga wajah baru pariwisata kota yang semakin hidup dan menjanjikan.(HS)

Hemat Ongkos Usai Lebaran, Program Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Disambut Antusiasme Peserta

JEC Borong Dua Penghargaan Internasional, Tegaskan Standar Layanan Mata Berkelas Global