in

Tegas Stabilkan Harga Pangan, Kepala Bapanas Minta Jangan Ada yang “Bermain” di Distribusi

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) / Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Foto : badanpangan.go.id)

 

HALO SEMARANG – Memasuki pertengahan Ramadan 1447H, pemerintah memperketat pengawasan pasokan dan harga pangan, dengan fokus pada daging sapi, daging ayam dan minyak goreng (Minyakita), yang merupakan komoditas pangan yang memiliki andil terhadap perkembangan inflasi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, adanya fluktuasi harga daging sapi, daging ayam ras, dan minyak goreng bukan disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan, melainkan indikasi permainan di rantai distribusi.

Ia menjelaskan, dari sisi pasokan tidak ada persoalan. Pemerintah telah memastikan ketersediaan pasokan melalui berbagai kebijakan.

“Yang pertama daging sapi. Seluruh rekomendasi impor sapi sejak Desember 2025 sudah keluar, sudah selesai di Kementerian Pertanian. Jadi tidak ada alasan lagi. Kami tadi minta pelaku usaha semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai harga naik,” jelas Kepala Bapanas, yang juga Menteri Pertanian Amran, usai Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), baru-baru ini di Jakarta.

Oleh karena itu, Amran menegaskan pemerintah tidak akan menolerir praktik spekulasi harga, yang merugikan masyarakat, terutama di momentum Ramadan dan Idulfitri.

Ia meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menindak pelaku yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk meraup keuntungan berlebihan.

“Kami minta satgas pangan, dirkrimsus seluruh Indonesia dengan kasatreskrim seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Gak boleh beri ampun. Ini menyusahkan kita di bulan suci Ramadan,” kata Amran, seperti dirilis badanpangan.go.id.

Terkait Minyakita, pemerintah meminta peningkatan penyaluran melalui BUMN pangan hingga di atas 35 persen guna memperkuat distribusi ke masyarakat. Kenaikan harga Minyakita melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi) terjadi di tengah fakta bahwa Indonesia merupakan produsen utama minyak sawit dunia. Amran menekankan bahwa penindakan harus menyasar distributor dan pelaku usaha besar yang terbukti melanggar, bukan pedagang kecil.

“Minyak goreng adalah kita produsen terbesar dunia, gak ada alasan. Makanya saya selalu katakan kalau biasanya harga naik karena tidak ada produksi. Sekarang produksi melimpah, harga naik. Itu gak boleh. Tolong diusut distributor dan pabriknya. Segel jika melanggar. Jangan tindak pedagang kecil. Fokus pada pelaku besar yang bermain di tengah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk daging ayam ras, pemerintah meminta agar harga di tingkat konsumen dapat dijaga di bawah Rp40.000/kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan.

Di sisi lain, Kepala Bapanas Amran juga mengapresiasi pedagang sejumlah komoditas strategis yang telah menjaga stabilitas harga di pasar. Beberapa komoditas bahkan sudah menunjukkan tren penurunan harga.

“Saya juga ucapkan terima kasih pada pedagang bawang, kemudian beras, terima kasih. Kemudian cabai sudah mulai harga turun. Dengan yang lainnya komoditas strategis kita, aku ucapkan terima kasih,” kata dia.

Sebagai informasi, harga rata-rata nasional berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan per 4 maret 2026, untuk daging ayam ras Rp.40.192 per kilogram, mengalami penurunan 0.14 persen dibanding sehari sebelumnya sebesar Rp.40.250 per kilogram.

Demikian juga dengan Minyakita Rp.15.907 per liter, turun 0,08 persen dibanding sehari sebelumnya sebesar Rp.15.920 per liter. Sedangkan untuk daging sapi mengalami kenaikan 0.26 persen dari Rp.134.941 per kilogram menjadi Rp.135.293 per kilogram. Namun demikian, harga tersebut masih berada dalam rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp.140.000 per kilogram. (HS-08)

 

 

Bapanas Sebut Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pokok di Sejumlah Daerah Terus Terjaga

Kondisi Pariwisata Bali Stabil di Tengah Dinamika Global