HALO SEMARANG – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus berupaya mendukung pemulihan dan pemberdayaan masyarakat, pascabencana Sumatra.
Melalui program Mahasiswa Berdampak, salah satu upaya pemulihan pascabencana hadir di Nagari Guguak Malalo, Sumatra Barat.
Kelompok mahasiswa Universitas Prima Nusantara Bukittinggi membawa teknologi tepat guna, dengan membuat instalasi sanitasi air bersih, di lima titik terdampak bencana, meliputi dua titik di Jorong Duo Koto, dua titik di Jorong Guguak, dan satu titik di Jorong Barang, baru-baru ini.
Kepala Jorong Duo Koto Nagari Guguak Malalo, Jonius mengatakan bahwa sebelum datangnya Mahasiswa Berdampak pascabencana, masyarakat setempat sangat susah mengakses air bersih, karena situasi keadaan air selalu keruh.
Kedatangan dari mahasiswa dengan membuat sanitasi air bersih ini sangat membantu masyarakat.
“Kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih telah membantu mendonasikan dan menempatkan mahasiswa di nagari kami. Harapan kami mudah-mudahan program ini berlanjut untuk tahun-tahun mendatang,” kata Jonius, di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Penjelasan serupa disampaikan Ketua Tim Dosen Pengusul PKM Mahasiswa Berdampak Universitas Prima Nusantara, Mellia Fransiska.
Dia menyebutkan bahwa selain pembuatan sanitasi air bersih, ada juga pelatihan untuk membentuk kemandirian dan pelatihan manajemen sanitasi air bersih bagi warga Guguak Malalo.
Selain itu, tim dosen tersebut juga telah menyusun modul manajemen sanitasi air bersih bersama Mahasiswa Berdampak Universitas Prima Nusantara, termasuk prosedur operasional standar untuk pemeliharaan panduan air bersih dan juga pengawasan air bersih di Nagari Guguak Malalo.
Wali Guguak Malalo, Mulyadi mengungkapkan bahwa setidaknya ada tiga kampus yang mengirimkan Mahasiswa Berdampak di nagari ini, yakni Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, dan Universitas Prima Nusantara.
Semuanya memberikan program untuk pemulihan pascabencana di berbagai bidang di masyarakat kita.
Selain sanitasi air bersih dari Universitas Prima Nusantara, ada juga program pemulihan atau rehabilitasi lahan pertanian perkebunan masyarakat dari Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia dan Universitas Negeri Padang yang bergerak di bidang psikososial bgai masyarakat, khususnya anak-anak.
“Semoga ini menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” kata Mulyadi. (HS-08)