in

Gubernur Jateng Imbau Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Jelang Mudik Lebaran 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPR dan Menteri Perhubungan di kompleks Kantor Gubernur Jateng pada Jumat 20 Februari 2026.

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya intensitas hujan dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Peringatan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat rapat koordinasi bersama Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026).

“Belakangan ini kita menghadapi banyak kejadian bencana akibat cuaca ekstrem. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci, terutama menjelang mudik Lebaran yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar,” tegas Luthfi.

Ia menekankan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan pergerakan pemudik tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut menuntut kesiapan tidak hanya dari sisi infrastruktur dan transportasi, tetapi juga mitigasi risiko cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa Jawa Tengah saat ini masih berada dalam periode puncak musim hujan. Ia menjelaskan, curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret 2026.

“Pada Februari hingga Maret ini, Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Artinya, saat mudik Lebaran nanti, hujan masih akan sering terjadi,” ungkapnya.

Menurut Faisal, wilayah Jawa Tengah bagian tengah dan kawasan pegunungan menjadi daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pada Maret hingga April 2026, wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi yang dapat memicu longsor, banjir, maupun gangguan lalu lintas.

“Maret dan April ini, khususnya wilayah tengah dan pegunungan Jawa Tengah, curah hujannya berada pada kategori menengah sampai tinggi,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG telah melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah. Upaya tersebut dilakukan sejak 15 Januari hingga 3 Februari 2026 dengan total 148 penerbangan, yang berhasil menurunkan curah hujan hingga 42,95 persen.

“Modifikasi cuaca ini memang tidak menghentikan hujan sepenuhnya, tetapi efektif untuk mengurangi intensitas dan menekan potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Faisal.

BMKG, lanjutnya, juga membuka opsi untuk melakukan langkah lanjutan apabila kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut dan dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat, khususnya selama periode mudik dan balik Lebaran.

Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan lembaga teknis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca yang tidak menentu.(HS)

Jawa Tengah Siap Sambut Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Perbaikan Jalan Dikebut

Bantuan Beras Dampak Banjir Disalurkan, Pemkab Kendal Siapkan 205 Ton Bagi 41 Ribu Jiwa