in

Berkat Koperasi, PWRI Tunjungan Blora Punya Gedung Senilai Rp1,2 Miliar

Foto : blorakab.go.id

 

HALO BLORA –  Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Tunjungan, menggelar rapat konsolidasi organisasi, yang dikemas dalam model “Three In One”, baru-baru ini.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan senam bersama dilanjutkan makan pagi bersama ala MBG, dan sambung rasa antara pengurus PWRI dan Koperasi PWRI Koptama Mardi Santosa dengan para anggota.

Ketua PWRI Kecamatan Tunjungan, Fauzi, mengemukakan kegiatan tersebut sebagai wahana untuk evaluasi, solusi, dan menumbuhkan semangat silaturahmi.

Apalagi dengan hadirnya pengurus PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya, Soedadyo, dan Sugeng Saptono, yang menurut dia sangat diharapkan dapat berkontribusi dalam membangkitkan semangat juang pengabdian dari para pengurus dan anggota PWRI Kecamatan kepada masyarakat.

Sementara Ketua Koperasi PWRI Koptama Mardi Santosa Kecamatan Tunjungan, Supriyadi, melaporkan berbagai aktivitas pengurus koperasi yang selama ini bisa mendukung dan membantu peningkatan kesejahteraan bagi para anggota koperasi sekaligus anggota PWRI.

Bahkan dengan keberadaan Koperasi PWRI, pada tahun 2022- 2023 telah dapat membeli lahan dan membangun Gedung PWRI Kecamatan Tunjungan, yang sangat representatif dan megah dengan menghabiskan total dana Rp1.210.000.000.

Dengan rincian untuk pembelian lahan Rp550 juta dan dana untuk pembangun gedung, pagar dan ruko menghabiskan biaya Rp660 juta.

Setiap bulan mendapat penghasilan dari sewa ruko sebesar Rp1 juta, sehingga setiap memperoleh pemasukan dana Rp12 juta untuk kegiatan operasional dan pemeliharaan gedung PWRI.

“Saya selaku ketua PWRI memberikan apresiasi positif terhadap pengurus PWRI dan Pengurus Koptama Mardi Santoso. Mantabkan terus untuk melakukan kolaborasi dan sinkronisasi dalam membangun kinerja dan mewujudkan kesejahteraan anggota,” kata Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya, seperti dirilis blorakab.go.id.

Menurut dia, bangunan gedung PWRI Kecamatan Tunjungan adalah terbaik dari gedung yang dimiliki PWRI Kabupaten Blora.

“Mudah-mudahan dengan adanya bangunan gedung PWRI yang keren tersebut mampu memberikan spirit bagi pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Tunjungan dalam meningkatkan kinerja pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Blora itu, juga menyebut gedung itu dimungkinkan belum ada yang menyamai di antara organisasi yang setara.

“Sekali lagi ini luar biasa, Gedung PWRI Kecamatan Tunjungan sangat representatif dan megah dengan menghabiskan total dana sebesar Rp1.210.000.000. Mungkin belum ada di wilayah lain, bisa jadi se Indonesia,” ujarnya.

Sebagai catatan di penghujung tahun 2025 PWRI Kecamatan Tunjungan telah mampu mengumpulkan dana keikhlasan untuk disumbangkan kepada saudara kita yang mengalami musibah tanah longsor dan banjir bandang di pulau Sumatera sebesar Rp2.100.000.

“Saya berpesan kepada para pengurus PWRI Kecamatan agar dapat membumikan semangat SBY,” tuturnya.

Yaitu, S : Siap berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga harus rela berkorban dan selalu membuat sejarah baru dalam kehidupan.

B : Berani berbuat baik dalam bergaul di masyarakat dan berani bertanggung jawab setiap resiko keputusan yang diambil.

Y : Yakini bahwa segala kiprah dan langkah yang dilakukan akan membawa perubahan dan kemajuan yang bermanfaat kepada orang lain serta lingkungan.

Kemudian pesan khusus kepada seluruh anggota PWRI kecamatan agar bisa bersikap prasojo, lomo dan ora neko-neko dalam menghadapi tahun Kuda Api (Fire Horse).

Di samping itu, Bambang Sulistya mengajak kepada seluruh keluarga besar PWRI untuk mendukung Progam Bupati Blora, Arief Rohman dalam menciptakan Kabupaten Blora menjadi pusat pengembangan buah nusantara dengan gerakan menanam tanaman buah-buahan.

Berkenaan hal tersebut, Bambang Sulistya menyerahkan bantuan bibit jambu air dersono atau jambo bol yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Selanjutnya diserahkan juga Surat Keputusan kepengurusan PWRI Kecamatan Tunjungan masa bhakti 2025-2030 dengan pesan untuk para pengurus agar menjadi teladan dalam mengamalkan sesanti PWRI “Setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah”.

Guna menggayengkan suasana,  Soedadyo mengajak para peserta sambung rasa untuk melakukan tepuk tangan lansia A5, yaitu Awak sehat, Ati seneng, Awet urip, Ana gunane, dan Ajeg ibadahe. (HS-08)

 

 

Bencana di Jepara, BPBD Data 18 Lokasi Longsor dan 3.522 Warga Desa Tempur Terisolasi

Impara Unnes Diajak Jadi Duta Budaya dan Promosikan Potensi Blora