HALO KENDAL – Desa Wisata Magelung yang ada di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, kini mulai dikenal masyarakat. Terpantau saat liburan tahun baru dikunjungi ribuan wisatawan.
Destinasi wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Manunggal Makmur Desa Magelung tersebut, hanya menarik biaya masuk sebesar Rp 5.000 per orang.
“Karcis masuknya murah, cuma Rp 5.000 per orang. Terus kalau kita jajan di dalam, makanan dan minuman juga cukup lengkap, dengan harga standar,” ungkap Teguh, wisatawan asal Kecamatan Patebon Kendal, Minggu (4/1/2026).
Ia menyebut, di Desa Wisata Magelung, pengunjung bisa menikmati aneka hiburan. Untuk anak-anak ada kolam renang, sedangkan untuk orang tua ada terapi ikan dan panggung hiburan.
Kepala Desa Magelung, Muhammad Edi mengatakan, saat liburan tahun baru, tercatat sekitar 1.500 wisatawan mengunjungi destinasi Desa Wisata di desanya.
“Alhamdulillah, untuk tahun baru ini jumlah pengunjung meningkat dibanding tahun lalu,” ungkapnya.
Edi membeberkan, Desa Wisata Magelung dibangun pada tahun 2023 lalu di atas lahan seluas 3 000 meter persegi, dengan pengelolaan diserahkan kepada BUMDes setempat dan saat ini terus berkembang.
Beberapa sarana dan prasarana pun diperbanyak. Di antaranya, kolam renang untuk anak, terapi ikan, panggung hiburan serta wisata edukasi pertanian dan peternakan.
“Selain itu, untuk kamar mandi atau toilet juga kami perbanyak, demi kenyamanan pengunjung. Sekarang juga sedang dibangun kafe malam, yang akan dilengkapi pertunjukan musik akustik,” bebernya.
Edi menyebut, untuk saat ini pangsa pasar Desa Wisata Magelung adalah keluarga dan anak anak. Untuk itu dengan adanya kolam renang, anak anak pasti menyukainya.
Pada setiap hari libur, pihaknya mengadakan pertunjukan live musik, sehingga pengunjung bisa menikmati sambil bebas bernyanyi maupun berjoget.
“Kalau untuk orang tua, bisa terapi ikan maupun karaoke yang telah disediakan. Yang penting para pengunjung bisa bergembira dan senang-senang,” tandas Edi.
Ke depannya, Desa Wisata Magelung akan terus di kembangkan, sekaligus merangkul para pelaku UMKM maupun kelompok tani yang ada di desanya.
“Nantinya, di lahan yang ada di desa wisata akan kita tanami buah sawo, dan harapannya akan menjadi oleh-oleh khas dari Desa Magelung,” imbuh Edi.
Sejauh ini, Desa Wisata Magelung juga sedang menerima paket outhing class dari berbagai wilayah, seperti Semarang, Demak maupun Batang, dengan harga seminimal mungkin.(HS)