in

Hadapi Lonjakan Libur Nataru,  Komisi VI Dorong Kesiapan Transportasi Udara

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid. (Foto : dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi udara, dalam mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Hal tersebut disampaikan usai memimpin pertemuan Komisi VI dengan perwakilan BUMN sektor aviasi di InJourney Airports Center, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut diikuti oleh perwakilan dari BP BUMN, PT Danantara Asset Management, PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT Pelita Air Service, PT Angkasa Pura, serta PT IAS Support Indonesia.

Komisi VI ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi potensi lonjakan perjalanan udara selama libur panjang.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI membahas kesiapan operasional, penambahan kapasitas angkut, hingga penguatan layanan bandara.

Menurut Nurdin, potensi lonjakan penumpang diperkirakan mencapai satu setengah kali lipat dibanding tahun sebelumnya sehingga diperlukan langkah antisipatif yang matang.

“Komisi VI mencermati bahwa menghadapi Natal dan Tahun Baru akan terjadi peningkatan luar biasa, baik dari umat Kristiani maupun masyarakat umum yang berlibur. Karena itu, penting bagi Garuda, Citilink, Pelita, Angkasa Pura, dan InJourney mempersiapkan pelayanan lebih awal dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Nurdin, seperti dirilis dpr.go.id.

Ia mengapresiasi kesiapan para operator dan pengelola bandara yang telah menyiapkan berbagai program untuk memastikan kelancaran layanan.

“Alhamdulillah, dari hasil pertemuan ini seluruh maskapai dan Angkasa Pura telah menyiapkan langkah antisipatif. Garuda, Pelita, dan Citilink bahkan menambah ratusan ribu kursi untuk melayani penumpang pada periode Nataru,” jelasnya.

Selain kapasitas angkut, Komisi VI juga menyoroti aspek tarif. Nurdin menyebut sejumlah maskapai telah menyiapkan diskon tiket pesawat antara 10 hingga 20 persen guna membantu masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang lebih terjangkau.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong Angkasa Pura untuk mengoptimalkan penggunaan garbarata bagi seluruh maskapai. Menurutnya, kewajiban penggunaan garbarata dapat meningkatkan kenyamanan dan efektivitas proses naik-turun penumpang.

“Penumpang yang turun langsung melalui garbarata jauh lebih efisien dan nyaman dibanding harus menggunakan bus apron. Ini perlu menjadi standar demi pelayanan yang lebih baik,” tegas Nurdin. (HS-08)

Perlu Kepatuhan Tata Ruang dalam Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera

Datang ke RSUD Koja, Menteri PPPA Jenguk Anak-Anak Korban Insiden Mobil MBG Sruduk Pelajar