in

Investasi Jateng Terus Tumbuh, Heri Pudyatmoko Minta Serapan Tenaga Kerja Lokal Diutamakan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko. (Foto : Istimewa)

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengapresiasi capaian investasi Jawa Tengah yang terus menunjukkan tren positif pada awal 2026. Namun, ia mengingatkan agar pertumbuhan investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Heri mengatakan, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap investasi yang masuk perlu diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi pada periode Januari–Maret 2026 mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp 99,09 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 12,98 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun. Dari total investasi tersebut, sebanyak 24.957 proyek berhasil menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

“Capaian investasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan Jawa Tengah masih menjadi daerah yang menarik bagi investor. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Heri.

Sejumlah pekerja memproduksi kerupuk usek di Dukuh Kabundelan, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. (Foto : batangkab.go.id)

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan investasi bukan hanya besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga kemampuan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah. Karena itu, ia meminta perusahaan yang berinvestasi di Jawa Tengah mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki.

“Serapan tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai investasi terus meningkat, tetapi kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar justru tidak optimal,” katanya.

Heri juga mendorong pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan sertifikasi kompetensi. Langkah tersebut dinilai penting agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Selain itu, ia menilai kemudahan perizinan dan kepastian hukum tetap perlu dijaga untuk mempertahankan daya saing investasi Jawa Tengah. Namun, kemudahan tersebut harus tetap diimbangi dengan perlindungan terhadap lingkungan, kepentingan masyarakat, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Menurut Heri, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan dunia industri menjadi kunci agar investasi mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor usaha pendukung lainnya.

“Investasi yang berkualitas adalah investasi yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kompetensi SDM, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Itu yang harus terus kita dorong di Jawa Tengah,” pungkasnya.(HS)

Hingga Juli 2026, Lebih dari 3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng

PSIS Rekrut Miftahul Hamdi, Tambah Amunisi Berpengalaman untuk Misi Promosi ke Super League