in

Astindo Jateng Gelar “Jawa Tengah On Matching”, Perkuat Kolaborasi dan Promosi Desa Wisata

Suasana kegiatan Astindo Jawa Tengan On Matching (JOM) yang diikuti puluhan pelaku dan penggiat wisata serta stake holder pariwisata yang digelar di Front One HK Semarang, Rabu (10/12/2025).

HALO SEMARANG – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah menggelar kegiatan bertajuk Jawa Tengah On Matching (JOM) di Front One HK pada Rabu–Kamis (10–12 Desember 2025). Selama dua hari, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pelaku wisata, buyer, seller, serta pemangku kebijakan untuk memperkuat jejaring dan mendorong pengembangan pariwisata Jawa Tengah.

Ketua Astindo Jawa Tengah, Dian Dalu Akirta, mengatakan JOM digelar sebagai bentuk kontribusi nyata Astindo dalam memajukan pariwisata di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berharap acara ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta menumbuhkan investasi, baik domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Salah satu agenda menarik dari JOM adalah promosi desa wisata di Kota Semarang. Empat desa wisata — Kandri Gunungpati, Jatirejo, Nongkosawit, dan Cepoko — diperkenalkan kepada para peserta. Para buyer, seller, dan travel agent diajak merasakan langsung pengalaman wisata, mulai dari menikmati suasana perdesaan, mencicipi kuliner khas, hingga menyusuri Waduk Jatibarang dengan offroad dan boat tour.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 buyer dari luar Jawa Tengah dan 15 buyer lokal. “Buyer luar provinsi berasal dari Lampung, DIY, dan Jawa Barat, sementara buyer lokal melibatkan pelaku wisata dari Semarang dan sekitarnya,” jelas Dian.

Pada hari pertama (10/12/2025), JOM diisi dengan workshop, diskusi, dan sesi matching antara para pelaku industri pariwisata. Hari kedua (11/12/2025) dilanjutkan dengan city tour menuju destinasi desa wisata yang telah dipilih.

Dalam sesi diskusi, para peserta membahas pergeseran tren wisata yang kini semakin berbasis digital. Menurut Dian, kolaborasi lintas sektor — hotel, restoran, destinasi wisata, dan travel agent — menjadi kunci agar pelaku industri mampu mengikuti perubahan tersebut. “Di sisi lain, kami berharap para pemangku kebijakan lebih optimal dalam melakukan sosialisasi, pendampingan, serta membuka jaringan pasar bagi pelaku wisata,” pungkasnya.(HS)

Sampah Menumpuk di Sungai Jantung Kota, Pemkab Kendal Lakukan Pembersihan

Wujudkan Ekoteologi, Ini Upaya UHN IGB Sugriwa Bali Rawat Lingkungan