in

PMI Kota Pekalongan Berikan Bantuan Longsor Banjarnegara

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, turut terlibat dalam upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, belum lama ini. (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, turut bergerak memberikan bantuan kemanusiaan, kepada warga terdampak bencana longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, belum lama ini.

Ketua PMI Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto,  Selasa (25/11/2025), di Kantor PMI Jetayu, menyampaikan bahwa PMI telah mengirimkan tim bantuan ke lokasi longsor tidak lama setelah kejadian.

“Sudah menjadi tradisi dari PMI, jika ada bencana kami turut terjun memberikan perhatian dengan mengirimkan relawan, mobil jenazah, dan logistik bantuan,” bebernya, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Dalam penugasan tersebut, ia menyebutkan PMI mengirimkan enam personel relawan yang bertugas membantu proses penanganan darurat di lapangan.

Selain tenaga relawan, dikatakan PMI juga mengirimkan mobil jenazah sebagai dukungan operasional, serta logistik.

Menurutnya, kehadiran tim bukan hanya sebatas tanggung jawab organisasi, tetapi juga bentuk empati terhadap masyarakat terdampak.

“Harapannya, tentu ketika ada bencana, kita merasakan keprihatinan itu. Dengan bantuan yang kami kirimkan, semoga dapat memberikan manfaat dan membantu secara maksimal,” kata dia.

Sementara itu pada hari terakhir operasi SAR pencarian korban tanah longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/11/2025), tim berasil menemukan 5 korban.

Dengan demikian sejak hari pertama dilakukan operasi pencarian, sudah 17 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 11 korban lainnya hingga saat ini belum ditemukan.

Lima jenasah yang ditemukan pada hari terakhir pencarian, berada sektor A2 (Worksite 2). Kelima korban tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri atas orang tua dan anak-anaknya.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menuturkan terdapat kisah mengharukan di balik penemuan ini.

Kelima korban itu sebelumnya berusaha menyelamatkan diri. Namun mereka terjatuh di sisi kanan jalan setapak depan rumah dan akhirnya tertimbun material longsor.

Saat ditemukan oleh tim SAR, posisi jenasah-jenasah itu saling berdekatan dan ada yang saling melindungi.

“Bahkan ada yang dalam posisi memeluk anaknya. Ini sangat mengharukan sekaligus menjadi penutup pencarian di sektor A2,” kata Budiono. (HS-08)

Pemprov Jateng Gelar Pasar Murah Minyak Goreng di Pekalongan Timur, Warga : Selisih Harganya Lumayan

Kemitraan dan Pemkot Pekalongan Resmikan Rumah Livelihood Sentra Batik Ekologi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat