HALO SEMARANG – Ribuan tokoh dari seluruh dunia, mulai Minggu (26/10/2025) hingga Selasa (28/10/2025), berkumpul di Roma, Italia untuk menghadiri Pertemuan Internasional Agama dan Budaya untuk Perdamaian, bertajuk “Daring Peace”.
Adapun dari Indonesia, hadir Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12, sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla
Tak hanya tokoh politik dan agama, pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh organisasi Sant’Egidio itu, juga akan dihadiri perwakilan budaya, masyarakat sipil, dan bisnis. Mereka akan bersama-sama membahas topik penting, yaitu ‘Perdamaian yang Berani’.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui laman santegidio.org, Presiden Komunitas Sant’Egidio, Marco Impagliazzo, pertemuan itu diselenggarakan, berangkat dari keprihatinan, tentang terjadinya perang di berbagai belahan dunia.
Menurut dia, perang merupakan tragedi memilukan bagi kehidupan manusia, karena telah membuat jutaan orang menjadi korban.
“Karena selama bertahun-tahun, berbulan-bulan, perang telah menjadi ‘teman’ yang memilukan bagi kehidupan manusia, baik pria, wanita, maupun masyarakat, dan terutama ‘teman’ yang tragis bagi jutaan orang yang menjadi korbannya, dan menanggung akibatnya yang menghancurkan,” kata Marco Impagliazzo.
Namun demikian, menurut dia secercah harapan akan perdamaian tetap terbuka, melalui pertemuan internasional di Roma ini.
Dalam pertemuan ini, para tokoh dunia akan membahas berbagai topik, serta menyuarakan kerinduan masyarakat akan perdamaian dari berbagai perspektif, mulai dari kemiskinan dan ekonomi yang tak lagi manusiawi, isu migran, doa untuk perdamaian, hingga kisah para martir yang menderita akibat kekerasan perang.
“Semua ini terjadi di Roma karena perdamaian yang berani adalah apa yang kita miliki, apa yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk menegaskan bahwa perdamaian itu mungkin, dan bahwa kita belum menyerah pada dunia yang sedang berperang dan segala konsekuensinya,” kata dia.
Informasi mengenai pertemuan ini akan dibagikan kepada ribuan orang, yang terhubung melalui media sosial Komunitas Sant’Egidio, situs web santegidio.org, dan berbagai siaran langsung.
“Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ribuan relawan yang telah berkomitmen untuk membantu mewujudkan acara besar ini, sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, perdamaian yang berani, yang bekerja setiap hari demi kesuksesannya,” kata dia.
Dia juga menyebut bahwa Presiden Republik Italia, Sergio Mattarella, berpartisipasi dalam upacara pembukaan, dan Paus Leo XIV akan berpartisipasi dalam upacara penutupan serta memimpin doa ekumenis umat Kristiani yang agung di Koloseum.
“Singkatnya, ini adalah peristiwa luar biasa, di masa yang luar biasa, perubahan era di mana perdamaian harus sekali lagi menjadi prioritas utama,” kata dia.
Sementara itu, melalui laman resmi Kemenag RI, Menteri Agama Nasaruddin Umar akan menghadiri pertemuan internasional untuk perdamaian, yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’ Egidio itu.
Selama di Roma, Menag juga menghadiri undangan KBRI di Vatikan, serta bertemu ratusan diaspora Indonesia di Vatikan dan Italia.
Dalam pernyataanya, Nasaruddin Umar mengatakan kunjunganya ke Roma untuk berbicara tentang Mengenang Paus Fransiskus.
“Kunjungan saya ke Roma dan Vatikan adalah untuk berbicara tentang “Mengenang Paus Fransiskus” pada Pertemuan Internasional untuk Perdamaian yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’ Egidio di Koloseum,” kata Menag, Minggu (26/10/2025).
Sementara itu, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12, Muhammad Jusuf Kalla, juga mengikuti pertemuan itu.
“Forum tahunan bergengsi bertema ‘Daring Peace’ ini mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh lintas agama, akademisi, dan pegiat kemanusiaan dari berbagai negara, guna memperkuat semangat dialog lintas iman dan mencari solusi atas beragam konflik global yang masih berlangsung,” kata pernyataan tim publikasi Jusuf Kalla.
Forum perdamaian tersebut akan diselenggarakan pada Minggu (26/10) hingga Selasa (28/10).
Pada hari pertama, sejumlah tokoh kenamaan dunia akan menjadi pembicara utama, di antaranya Presiden Italia Sergio Mattarella, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ratu Belgia Mathilde, hingga Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin.
Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Palang Merah Indonesia (PMI), akan menjadi salah satu pembicara dalam Forum 1 yang akan berlangsung pada Senin (27/10/2025).
Dalam forum tersebut, Jusuf Kalla akan menyampaikan pandangan tentang pentingnya membangun perdamaian tanpa kekerasan melalui dialog, solidaritas, dan peran tempat ibadah sebagai pusat penyebaran nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. (HS-08)