in

Waka DPR Tekankan Negara Harus Hadir Awasi Pembangunan Pesantren

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG –  Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan negara harus hadir dalam mengawasi pembangunan pesantren, khususnya terkait konstruksi bangunan.

Hal itu agar musibah ambruknya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo beberapa waktu lalu tidak terulang.

Hal tersebut ia sampaikan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini seperti dirilis dpr.go.id.

Cucun mengungkapkan pemerintah daerah dan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  sudah turun tangan dalam penanganan darurat.

Namun dia menekankan pentingnya langkah mitigasi, termasuk dukungan psikologis bagi para santri yang terdampak.

“Penguatan traumanya juga buat santri-santri yang kemarin mengalami musibah itu,” ujar Politisi Fraksi PKB itu.

Menurut Cucun, pesantren sejatinya menjadi mitra strategis negara dalam mencerdaskan bangsa, sehingga pemerintah seharusnya aktif membantu supervisi pembangunan gedung-gedung pesantren.

“Selama ini pemerintah ada nggak hadir ikut mensupervisi tata cara membangun? Kita kan punya Kementerian PU yang urusin konstruksi,” ucapnya.

Ia menilai, beban biaya konsultan kerap memberatkan pihak pesantren. Karena itu, negara perlu masuk sejak tahap pengajuan izin bangunan agar kualitas konstruksi terjamin.

“Tanpa dimintapun sepertinya negara sudah hadir, karena ini kalau dari sisi fungsi, beliau-beliau itu menghadirkan pendidikan, membantu negara. Nah sekarang negara tinggal hadir membantu mereka meng- guidance cara-cara membangun pesantren yang selama ini belum pernah ada,” jelasnya.

Cucun juga mendorong agar ahli teknik sipil diturunkan untuk melakukan supervisi langsung pada ribuan pesantren di seluruh Indonesia.

“Pesantren jumlahnya hampir 30 ribu lebih, ini bangunannya yang di atas dua lantai apakah kondisinya betul [belum]. Kalau misalkan nggak betul, perlu ada placement, sentuhan seperti apa, nah itu di- guidance oleh ahli-ahli sipil,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menyampaikan, hingga Jumat pihaknya telah mengevakuasi 10 korban tewas dan 103 selamat, dalam musibah ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.

Adapun untuk Jumat, pihaknya telah menemukan lima orang dan semua dalam kondisi meninggal dunia.

“Sehingga kalau dijumlahkan seluruh korban yang ditemukan 10 meninggal dunia, 103 selamat,” kata Nanang, Jumat (3/10/2025). (HS-08)

Kemenag Gandeng Kiai dan Gus untuk Bahas Standar Bangunan Pesantren

Tinjau Evakuasi Korban Bangunan Ponpes Ambruk, Kapolda Jatim Sebut Penyelidikan setelah Operasi Kemanusiaan