in

Tim Anggar Jawa Tengah Duduki Runner Up di Ajang Kejurnas Aceh 2025

Para atlet peraih medali di ajang Kejurnas Anggar, 27 September - 2 Oktober 2025 di Aceh.

HALO SEMARANG – Tim Anggar Jawa Tengah berhasil menduduki runner up dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) Anggar 2025 yang berlangsung di Hall Anggar, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Aceh, 27 September – 2 Oktober 2025.

Tim Anggar Jawa Tengah mengumpulkan 6 medali emas, 6 perak dan 9 perunggu. Sementara juara diraih Provinsi Riau dengan 7 emas, 7 perak dan 13 perunggu. Sedangkan peringkat tiga diraih Provinsi Kalimantan Barat dengan 5 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Ketua Pengprov Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Tengah, Mahbub Setiawan mengapresiasi perjuangan pelatih dan atlet untuk meraih, yang juga berfungsi sebagai motivasi untuk terus meningkatkan performa dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi lainnya.

Dirinya juga mengungkapkan terima kasih atas perjuangan Pelatih dan Atlet anggar Jateng, yang telah berusaha hingga menduduki peringkat runner up di kejurnas.

“Alhamdulillah tim Anggar Jateng berhasil meraih enam medali emas, enam medali perak dan sembilan medali perunggu, di ajang Kejurnas Anggar yang berlangsung di Aceh 27 September sampai 2 Oktober 2025. Semoga perolehan ini, bisa memotivasi atlet untuk berprestasi di ajang yang lain,” ungkap Mahbub, yang juga menjabat sebagai Pengurus KONI Kendal tersebut.

Adapun medali emas altlet Anggar Jateng masing-masing diraih Puspita Amira Zahra Qahira (prakadet floret putri), Vitson Bastian Kusuma (kadet degen putra), Alvin Rizky Ramadhani (kadet sabel putra), Vitson Bastian Kusuma (junior degen putra), dan Putri Faradilah (senior floret putri).

Kemudian, lanjut Mahbub, medali emas di nomor tim sabel putra ada M Angga Maulan, Alvin Rizky Ramadhani, Ichwan Zulkarnain, dan Yulian Muhammad Adhitama.

Sementara, untuk medali perak masing-masing diraih Faeyza Bandariffat Yahya (prakadet floret putri), Maira Faizah F (kadet floret putri), Tasya Allisya Sukarno Putri (junior floret putri), Sandy Dafa Faradilah (junior floret putri), Vitson Bastian Kusuma (senior degen putra) dan Yulian Muhammad Adhitama (senior sabel putra).

Mahbub kembali membeberkan, untuk medali perunggu, masing-masing diraih, Stefano Bima Putra Triwianto (kadet sabel putra), Faiz Fauzan Anwar (kadet floret putra), Kusuma Jasmine Supraba (junior degen putri), Alvin Rizky Ramadhani (junior sabel putra), dan Tasya Allisya Sukarno Putri (senior floret putri).

Selanjutnya, untuk medali perunggu nomor tim degen putra, dengan atlet Galung Satrio Wibowo, Hezkiel Adhira Plasman, Satria Andhika Bintang dan Vitson Bastian Kusuma.

Perunggu juga diraih nomor tim degen putri tim, dengan atlet Ayudhea Vindi Fiorencia, Ganish Alifania Yhan Khafifa, Kusuma Jasmine Supraba, dan Titik Setyorini.

Tim floret putri juga meraih perunggu, dengan Dwi Wahyuningsih, Maira Faizah F, Putri Faradilah dan Tasya Allisya Sukarno Putri. Tim floret putra juga turut menyumbang perunggu, dengan atlet Faeyza Badariffat, Faiz Fauzan Anwar, Jovan Immanuel Yosha dan Sandy Dafa Faradillah.

“Para peraih medali tersebut adalah atlet dari Kota Surakarta, Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal. Dari Kendal, atlet M Angga Maulan menyumbang medali emas di nomor sabel beregu putra, dan Titik Setyorini meraih medali perunggu di nomor degen beregu putri,” beber Mahbub.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M Nasir, mewakili Gubernur Aceh, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Aceh sebagai tuan rumah. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momentum untuk memperlihatkan wajah Aceh yang ramah, sportif, dan menjunjung semangat persaudaraan.

“Olahraga bukan sekadar perebutan medali, melainkan sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai kerja keras, disiplin, sportivitas, dan penghargaan terhadap usaha orang lain diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya saat membuka kejuaraan.

Nasir berharap, Kejurnas Anggar 2025, dapat mencetak atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional maupun dunia. Bagi Aceh sendiri, kejuaraan ini menjadi dorongan penting untuk memacu prestasi atlet daerah serta memperluas popularitas olahraga anggar di tengah masyarakat.

“Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung pengembangan olahraga melalui pembinaan atlet muda, penyediaan fasilitas, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit,” ungkapnya. (HS-06)

Posisi Ketua KONI Boyolali Diperebutkan Dua Kandidat

Kemenkes Sebut 9 Orang di Cikande Dirawat Akibat Paparan Radioaktif CS-137