HALO SEMARANG – Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin menjadi inspektur upacara saat memperingati Hari Perhubungan Nasional ke- 55 Tahun 2025 di Halaman Balaikota Semarang, Kamis (18/9/2025). Dalam upacara tersebut juga diikuti sejumlah personel dari unsur TNI, Polri, Satpol, Damkar, dan BPBD.
Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, bahwa di Hari Perhubungan Nasional ke-55 dengan tema Bakti Transportasi untuk Negeri ini, menjadi momentum bagi Kota Semarang untuk meningkatkan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan salah satu syarat bagian dari ketahanan nasional yang kaitannya dengan pelayanan transportasi.
“Kita ketahui bersama pembangunan transportasi merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” katanya, usai memimpin upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional ke- 55 di Balaikota Semarang, Kamis (18/9/2025).
Dikatakan Wakil Walikota, bahwa hal ini sekaligus untuk mampu menjawab tantangan saat ini karena dari sisi letak geografisnya Semarang berada di tengah pulau Jawa dan menjadi salah satu kota besar di Indonesia. Sehingga Dishub harus memastikan pelayanan transportasi di Semarang dengan baik.
“Sehingga perpindahan masyarakat dari suatu tempat atau wilayah lainnya agar lebih nyaman, aman dan terintegrasi dengan baik,” jelasnya.
Iswar juga menekankan pentingnya inovasi, kreativitas dan kolaborasi dengan semua pihak untuk memberikan pelayanan moda trasportasi dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Guna memberikan layanan angkutan massal dengan mudah dan efisien serta efektif,” paparnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kusnandir menambahkan, pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan angkutan massal untuk melayani masyarakat agar lebih mudah dan makin luas.
“Saat ini terdapat 285 armada BRT trans Semarang yang dioperasikan memenuhi pergerakan aktivitas masyarakat. Kami juga melakukan kajian untuk penggantian armada dengan bus listrik, namun masih dipetakan untuk koridor mana yang nanti sesuai,” katanya.
Dikatakan Kusnandir, saat ini pihaknya telah melakukan perbaikan mesin armada sampai 60 persen yang dulunya menggunakan euro 2 sekarang menjadi euro 4.
“Ini untuk menjawab tantangan serta bisa mengurangi gas emisi dari bus BRT. Rata-rata bus BRT saat ini telah menggunakan teknologi euro 4, diharapkan kedepannya bisa makin nyaman dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (HS-06)