in

Kembangkan Sport Tourism, Pemkab Kendal Gandeng Swasta Promosikan Wisata ‘Curug 1000 Paralayang’

Ilustrasi olahraga Paralayang di Kendal.

HALO KENDAL – Sebagai upaya pengembangan sport tourism, Pemerintah Kabupaten Kendal bakal mempromosikan “Curug 1000 Paralayang” di Daya Tarik Wisata (DTW) Curug Sewu, Kecamatan Patean, Kendal. Hal tersebut tertuang dalam rapat koordinasi (rakor) antara Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal dengan pihak swasta, Selasa (9/9/2025).

Rakor dihadiri jajaran Disporapar Kendal dipimpin Achmad Syahrul Falah selaku Kabid Pariwisata, dari DTW Curug Sewu, Masian, kemudian dari pihak swasta selaku official, hadir Achmad Sutrisno, Hasyim Asyari dan Inang, serta Susma, selaku Sekretaris Desa Kalices.

Dalam rakor tersebut disampaikan tahapan-tahapan yang akan dilalui meliputi penataan lokasi take off dan landing untuk olahraga paralayang. Kemudian setelah itu akan dilakukan uji kelayakan terbang yang akan di lakukan oleh Komite Paralayang Provinsi Jawa Tengah.

“Untuk runway take off dipastikan akan menggunakan lahan milik DTW Curug Sewu dan untuk runway landingya akan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kalices karena tanahnya ikut Desa Kalices,” ujar Achmad Sutrisno, selaku penanggung jawab “Curug 1000 Paralayang”, Kamis (11/9/2025).

Dirinya mengungkapkan, dalam memujudkan wisata dirgantara, salah satunya paralayang itu banyak sekali tantangannya. Namun bila semua stakeholder saling mendukung, maka akan mudah dilalui.

Untuk kebaikan kerjasama ke depan, Sutrisno menyebut, pihaknya akan melakukan legal formal yang diatur dalam perjanjian kerja sama dengan pihak Disporapar Kendal dan Pemerintah Desa kalices, dengan tujuan mengangkat sport tourism Kendal sehingga bisa mendatangkan pengunjung lokal, nasional maupun turis mancanegara.

“Kami siap bekerjasama dengan baik dan menjalani prosesnya. Karena bicara tentang wisata terbang ini banyak sekali yang harus disiapkan seperti pilot, notame, ijin terbang pilot, rumway take off dan landing, asuransi serta rekomendasi dari Komite Parayang yang mencakup berbagai hal, agar begitu wisata “Curug 1000 Paralayang” benar-benar terjamin keselamatanya,” ungkapnya.

Untuk legal formalnya, lanjut Sutrisno, baru disiapkan perusahaan yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) wisata dirgantara.

Sebelumnya, Kabid Pariwisata Disporapar kendal, Achmad Syahrul Falah menyampaikan, pihaknya sangat mendukung kerjasama dengan pihak swasta dalam pengembangan DTW Curug Sewu melalui promosi wisata “Curug 1000 Palayang”.

“Kami sangat mendukung promosi wisata Curug 1000 Paralayang. Apalagi ini baik untuk citra sport tourism Kabupaten Kendal. Harapanya kegiatan ini cepat terwujud dan segera bisa menjadi daya tarik yang bisa dinikmati oleh wisatawan,” ujarnya.

Syahrul berharap, nanti setelah grand opening, bakal diselenggarakan Festival Paralayang, supaya DTW Curug Sewu lebih dikenal luas masyarakat, sekaligus menjadi sarana promosi wisata “Curug 1000 Paralayang”.

Sekdes Kalices, Susma menambahkan, pihaknya mendukung adanya wisata “Curug 1000 Paralayang”. Menurutnya, kegiatan bisa berdampak baik bagi daerahnya sekaligus menjadi mengembangkan ekonomi perdesaan.

“Dalam rakor disampaikan ada kegiatan yang bisa memberdayakan warga. Seperti melipat paralayang, ojek penjemputan pilot dan wisatawan Curug 1000 Paralayang berlangsung,” ujarnya.

Sedangkan Perwakilan DTW Curug Sewu, Masian menyampaikan, lokasi runway sudah beberapa kali dilakukan uji terbang oleh penggemar paralayang, harapanya wisata “Curug 1000 Paralayang segera terwujud.

“Jujur kami sangat senang dan mendukung adanya kegiatan wisata Curug 1000 Paralayang, karena kami yakin pasti akan diminati oleh wisatawan dari pihak manapun. Perlu saya sampaikan, setiap kali uji terbang di DTW Curug Sewu pasti ada yang menanyakan kapan wisata paralayang itu dibuka untuk umum. Nah semoga ini jawabannya,” ungkap Masian. (HS-06)

Dinamika Permenpora 14/2024 Jadi Pertimbangan Pelaksanaan Musorprov KONI Jateng

Gelar Duta Baca Masuk Sekolah di Batang, Perpusnas dan Disperpuska Dorong Budaya Literasi