in

Harga Beras Naik, Politisi Nasdem Ananda Tohpati Desak Bulog Segera Atasi

Anggota Komisi IV DPR RI, Ananda Tohpati dalam Rapat Dengar Pendapat Dengan Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Foto : dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Ananda Tohpati, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk segera mengatasi kenaikan harga beras, agar tidak menyusahkan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Dengan Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

“Permasalahannya kita sama-sama tahu adalah kenaikan harga beras belakangan ini,” kata Tohpati, di Jakarta, Jumat (22/8/2025), seperti dirilis dpr.go.id.

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga menyoroti lambannya penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut merupakan strategi pengendalian harga beras di pasaran.

“Kita mendorong supaya Bulog harus segera menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP secepatnya, karena itu merupakan strategi untuk mengendalikan harga beras,” tandasnya.

Tohpati juga meminta Bulog memastikan para pengecer dimudahkan dalam mengakses aplikasi beras SPHP, agar lebih lancar melakukan distribusi kepada masyarakat.

“Pengecer kesulitan untuk mengakses Klik SPHP. Jadi kami meminta Bulog segera mempermudah cara untuk mendapatkan beras SPHP, membuat aplikasi Klik SPHP simpel dan mudah dipahami, disertai sosialisasi cara penggunaannya yang masif,” urainya.

Fraksi Partai NasDem menekankan agar Bulog bersikap cermat dan solutif dalam merespons kenaikan harga beras, demi menjaga stabilitas pangan dan melindungi daya beli masyarakat.

Melambung

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR M Sarmuji menyoroti fenomena kontradiktif di pasar beras nasional.

Di satu sisi, Indonesia mencatat sejarah dengan capaian stok beras nasional yang sangat melimpah.

Namun pada saat bersamaan, harga beras justru melambung yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Stok beras kita mencetak sejarah, tetapi ada kontradiksi ketika harga tetap naik. Stok yang melimpah itu tidak boleh hanya menjadi angka di gudang, melainkan harus segera digelontorkan ke pasar untuk menekan harga,” tegas Anggota Komisi VI DPR M Sarmuji, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, pemerintah bersama Bulog harus lebih agresif dalam memastikan distribusi beras dari gudang ke pasar berjalan cepat, tepat, dan merata.

Mekanisme operasi pasar perlu diperluas, terutama ke wilayah-wilayah dengan tren harga tinggi, agar cadangan beras nasional benar-benar memberi dampak positif pada stabilitas harga. (HS-08)

Praktik Pemerasan Perusahaan Ganggu Iklim Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi

Beras Premium Kembali Muncul di Ritel, Harga Turun Rp 1.000 di bawah HET