HALO SEMARANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Fauzi meninjau pemeriksaan kesehatan gratis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang, Senin (4/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Arifah meminta kepada orangtua agar menjaga kesehatan gigi anak. Dia menyebut, dari data yang ia punya rata-rata anak alami masalah pada gigi. Banyak anak-anak yang mengalami gigi rusak kemudian anak stunting.
“93 persen anak Indonesia giginya tidak baik, hanya 7 persen yang baik. Angka stunting lumayan tinggi. Sebagai solusi yang kita lakukan agar segi kesehatan terjamin,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini akan sangat membantu orangtua. Anak-anak akan dijaga terutama masalah kesehatan.
“Jadi pondasi bagaimana SDM kita di 2045 berkualitas, bermutu, maka harus diperkuat. Hal mendasar pertama kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal SDM Kemenkes, Yuli Farianti menjelaskan CKG ini menyasar anak usia 7 tahun sampai 17 tahun atau anak yang belum bersekolah. Peran CKG ini untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak serta penanganannya.
“Misal tahu anak-anak diabet, bagaimana ini caranya memeriksa lebih awal, sehingga dapat cegah dengan baik,” tandasnya.
Kepala SLB N Semarang, Sri Sugiarti mengatakan ada 579 siswa di sekolahnya dengan lima ketunaan yaitu tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa dan autis. Dia mengapresiasi karena hasil CKG bisa untuk laporan kepada orangtua dan anak itu sendiri.
“Ini dari pihak sekolah berterimakasih karena jadi acuan kita dalam berikan indeks kesehatan, laporan kepada orangtua, dan anak itu sendiri. Kami selalu kolaborasi dengan puskesmas pembina, Rowosari,” imbuhnya. (HS-06)