in

Modernisasi Terus Melaju, Heri Pudyatmoko Minta Akar Sosial dan Budaya Lokal Dipertahankan

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Laju modernisasi dan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah dinilai membawa dampak ganda. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan ekonomi mempercepat transformasi sosial, tetapi di sisi lain, berpotensi menjauhkan masyarakat dari akar tradisi dan jati diri lokal yang selama ini menjadi penyangga harmoni sosial.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menyampaikan bahwa pembangunan yang ideal adalah yang tidak hanya berorientasi pada output ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan budaya.

“Kita harus hati-hati. Jangan sampai modernisasi memutus ingatan kolektif dan kebiasaan-kebiasaan luhur yang menjadi kekuatan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Heri, proyek-proyek infrastruktur seharusnya dirancang dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap ruang sosial dan budaya lokal. Ia mencontohkan, revitalisasi pasar tradisional atau pembangunan kawasan industri desa tidak boleh menghapus fungsi sosial ruang tersebut sebagai tempat interaksi antarwarga.

“Kalau pembangunan hanya didekati dari aspek material, maka yang hilang adalah rasa memiliki. Padahal itulah yang membuat masyarakat bersedia ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan,” tambahnya.

Foto ilustrasi pelaku kesenian tradisi.

Heri juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia menyebutkan bahwa banyak kegagalan proyek bermula dari minimnya dialog dengan warga sebagai pemilik sah dari ruang hidup yang akan diubah.

Dalam konteks Jawa Tengah, Heri mendorong agar pemerintah daerah menyelaraskan pembangunan dengan kebudayaan lokal. Misalnya, mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional dalam pembangunan fasilitas publik atau memperkuat kelembagaan desa sebagai pusat ketahanan budaya.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak alergi terhadap budaya sendiri. “Mereka bisa melek teknologi, tapi tetap mengakar. Itu yang disebut modern tanpa kehilangan orientasi sosial,” ujarnya.

Terakhir, Heri menekankan bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal perubahan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas relasi sosial.

“Mari kita rumuskan modernitas yang membebaskan, bukan yang mencabut akar. Modernitas yang menyambungkan, bukan memutus,” pungkasnya.(HS)

DPRD Jateng Dorong Perluasan Ruang Aman Digital Guna Lindungi Perempuan dari Kekerasan Siber

Wakil Ketua DPRD Jateng Tekankan Urgensi Pendidikan Etika Digital bagi Gen Z