HALO SEMARANG – Pemudik yang akan melakukan perjalanan menuju Semarang maupun ke daerah lainnya diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaannya, mengingat masih akan terjadi kemungkinan cuaca ekstrem yang akan berlangsung pada periode mudik Lebaran 2025.
“Terkait prediksi cuaca di periode mudik lebaran, yang juga salah satu hazard untuk dunia penerbangan, di wilayah Jateng dan Semarang sudah melewati puncak musim hujan, namun ada peningkatan ekskalasi cuaca tanggal 26-28 Maret, dimana juga bersamaan dengan terjadinya kepadatan arus mudik lebaran. Sehingga harus waspada dan pemudik untuk ekstra hati- hati, kami dari BMKG akan memberikan informasi update terus menerus, sebagai upaya mitigasi/warning di perjalanan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, Senin (24/3/2025).
Dikatakan Yoga, peningkatan cuaca ini disebabkan masih dalam periode pancaroba, dimana gelombang atmosfer masuk ke Pulau Jawa, dan terjadi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan awan cumulonimbus atau cibi.
“Sehingga adanya kemungkinan cuaca ekstrem berupa terjadi puting beliung, hujan lebat disertai angin kencang, meski durasi hujan akan singkat biasanya didahului dengan terjangan atau hembasan angin sesaat yang kencang,” katanya.
Sehingga perlu diwaspadai pohon rapuh saat berada di luar rumah maupun di dalam rumah yang belum permanen, dengan adanya potensi angin kencang tersebut.
“Serta masyarakat yang tinggal di daerah rawan dampak bencana hidrometeorologi juga diimbau untuk juga tetap waspada,” pungkasnya. (HS-06)