BERBEKAL dari hobinya pada hal yang berbau dengan informasi teknologi (IT), seorang guru SD Negeri Sadeng 02 Kota Semarang, Rohmadi Purwono kini bisa menghasilkan buku cerita digital yang dimanfaatkan untuk bahan bacaan oleh para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang.
Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dirinya bersama timnya yang terdiri dari beberapa orang guru lainnya, kini sudah mampu menghasilkan karya sebanyak 44 judul buku cerita digital. Dan saat ini kontennya sudah tersedia di website milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang di kanal Sibooky, kolom Dinas Pendidikan Berkarya.
“Kendalanya saat melatih para guru, selain belum semuanya melek digital, juga membuat ilustrasi menggambar karakter yang dituliskan dalam cerita. Maka dengan AI ini bisa membantu para guru untuk mengilustrasikan cerita yang sudah dibuat, terutama yang ada hubungannya dengan cerita Kota Semarang agar siswa mudah memahami muatan-muatan dalam cerita itu,” kata Rohmadi, di sela acara FGD Tanoto Foundation bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang, baru-baru ini.
“Jadi perlu pendampingan minimal satu bulan untuk guru bisa beradaptasi. Memang kita beri pelatihan dari paling dasar, agar mereka memiliki kemampuan dan terbiasa dengan berbasis digital ini,” sambung Rohmadi yang juga fasilitator Tanoto Foundation yang dipercaya untuk melatih guru.
Buku cerita digital ini, lanjut dia, untuk menambah bahan bacaan saat guru melakukan praktek baik di sekolah, yakni pembiasaan literasi selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
“Ini untuk upaya agar siswa terbiasa dan punya kemampuan membaca sejak dini atau tahap awal. Dan ceritanya beragam diambil mulai dari yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal, seperti kuliener khas di Semarang, asal usul nama suatu wilayah yang diangkat dari cerita masyarakat setempat, maupun kearifan lokal budaya lainnya,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan kota Semarang, Bambang Pramusinto menjelaskan, bahwa masalah literasi siswa yang saat ini perlu ditingkatkan sehingga masih menjadi tantangan dan pekerjaan rumah cukup besar. Selain faktor utamanya karena kompetensi guru yang masih harus ditingkatkan terkait literasi dan numerasi.
“Selama ini, guru hanya memberikan sebatas materi pelajaran, namun belum sampai pada memahami dan pengaplikasiannya. Untuk itu dari Tanoto Faundation bisa ikut memberikan pelatihan -pelatihan untuk guru, sehingga kapasitas tenaga pendidik menjadi meningkat,” pungkasnya. (HS-06)