in

Pemulihan Bencana Banjir dan Longsor, Pemkab Kendal Anggarkan BTT Rp 2,9 Miliar

Kondisi pasca banjir di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kendal.

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mengalokasikan dana Belanja Tidak Tetap (BTT) untuk penanggulangan dan pemulihan pascabencana yang terjadi di berbagai wilayah pada 20 Januari 2025 lalu sebesar Rp 2,9 miliar.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari saat dikonfirmasi, Senin (10/2/2025). Dikatakan, anggaran BTT tersebut bersumber dari APBD Tahun 2025.

Dijabarkan, anggaran Rp 2,9 miliar tersebut digunakan untuk tanggap darurat bencana banjir dalam penanganan darurat lingkungan terdampak bencana banjir di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon sebesar Rp 405.949.000.

Untuk tanggap darurat bencana banjir yang digunakan dalam operasional alat berat dan pendukung penanganan darurat bencana banjir Desa Kebonharjo dan Desa Lanji, Kecamatan Patebon sebesar Rp 116.146.000.

Kemudian untuk tanggap darurat yang digunakan dalam penanganan darurat bencana erosi tanggul Sungai Bodri di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon dan bencana banjir di Desa Pandes, Kecamatan Cepiring sebesar Rp 314.865.000.

Untuk tanggap darurat bencana banjir yang digunakan dalam penanganan darurat perbaikan jembatan Dusun Kaliyoso, Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan sebesar Rp 563.030.000.

“Untuk tanggap darurat bencana tanah longsor yang digunakan dalam penanganan darurat perbaikan Dinding Penahan Tanah (DPT) Jalan Kalices-Sojomerto Desa Kalices, Kecamatan Patean sebesar Rp 300 juta,” beber Agus Dwi.

Selanjutnya, untuk tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang digunakan dalam penanganan darurat rehabilitasi 10 unit rumah warga terdampak banjir di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon dan Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo sebesar Rp 500 juta.

Untuk tanggap darurat bencana banjir yang digunakan dalam penanganan darurat pembelian alat kesehatan Puskesmas Patebon II di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon sebesar Rp 298.485.000.

“Untuk tanggap darurat bencana banjir yang digunakan dalam penanganan darurat pembelian alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop, printer, dan sound system untuk Sekolah Dasar Negeri 1 Kebonharjo, Sekolah Dasar Negeri 2 Kebonharjo dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Patebon di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon sebesar Rp 300 juta,” lanjut Pj Sekda Kendal.

Kemudian untuk tanggap darurat bencana banjir yang digunakan dalam penanganan darurat pembelian Bahan Bakar Minyak operasional pompa penyedot air sebesar Rp 19.950.000.

“Untuk tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang digunakan dalam penanganan darurat biaya operasional penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sampai ke lokasi terdampak sebesar Rp 109.758 325,” imbuh Agus Dwi.

Pj Sekda juga menyebut, pemulihan lahan-lahan pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) berencana mengajukan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Kemarin kita rapatkan Dinas Pertanian dan Pangan ini akan meminta droping dari Bapanas untuk mendistribusikan stok pangan nasional sekitar 100 ton beras. Nanti kita sediakan transportasinya yaitu dengan anggaran BTT sekitar Rp 100 jutaan untuk ambil dari gudang bulog dan untuk packing,” tandasnya.

Pj Sekda Kendal berharap, melalui upaya-upaya yang dilakukan, dapat memulihkan kondisi pascabanjir dan tanah longsor di Kabupaten Kendal, serta dapat meringankan beban warga yang terdampak. (HS-06)

 

Tahun 2025, DPMPTSP Kota Semarang Kejar Target Penambahan Investasi Sebesar Rp 2 Triliun

Atlet Panjat Tebing Putri Kendal Raih Emas di Ajang Aldakawanaseta Climbing Dinus Festival 2025