in

Perumda Banyumili Rembang Perkuat Komitmen Layanan 24 Jam

Perayaan HUT Ke-45 Perumda Air Minum Banyumili, di salah satu hotel di Jalan Pantura, Jumat (31/1/2025). (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menargetkan angka kebocoran di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Banyumili Kabupaten Rembang, maksimal adalah 25 persen.

Jika saat ini kebocoran mencapai angka 29 persen, maka harus diturunkan 4 persen.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz ketika menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-45 Perumda Air Minum Banyumili, di salah satu hotel di Jalan Pantura, Jumat (31/1/2025).

Dalam perayaan HUT tersebut, seluruh karyawan Perumda Air Minum Banyumili juga menandatangani kontrak kinerja dan pakta integritas, demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam.

“Standar kebocoran maksimal adalah 25%. Jika saat ini kebocoran mencapai 29%, tahun ini harus turun 4%. Dengan pakta integritas, target ini harus tercapai agar memenuhi standar kehilangan air maksimal,” seperti dirilis rembangkab.go.id..

Dalam kesempatan itu, Bupati mengapresiasi langkah Perumda Banyumili dalam meningkatkan komitmen pelayanan kepada pelanggan.

Menurutnya, pakta integritas merupakan langkah penting untuk memajukan Perumda Banyumili ke depan.

“Pakta integritas adalah sebuah keharusan bagi organisasi, baik organisasi sosial maupun bisnis. Saya sangat berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Perumda Banyumili,” kata dia.

Untuk diketahui, Perumda Air Minum Banyumili Kabupaten Rembang, memperkuat komitmen kinerja manajemen dan pegawainya guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kinerja dan pakta integritas, yang dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-45 Perumda Air Minum Banyumili, di salah satu hotel di Jalan Pantura, Jumat (31/1/2025).

Direktur Perumda Air Minum Banyumili Kabupaten Rembang, Muhammad Affan, menyatakan bahwa pegawai Perumda Banyumili, tidak lagi boleh menggunakan standar layanan pelanggan yang berlaku pada masa lalu.

Ketika itu, air tidak mengalir di suatu wilayah selama waktu tertentu dianggap sebagai hal yang wajar.

“Saat ini, kami telah menyediakan layanan keluhan pelanggan selama 24 jam. Oleh karena itu, jika ada keluhan pelanggan, pegawai harus segera menanganinya,” kata dia.

Ia mencontohkan situasi di masa lalu, di mana masyarakat di kawasan Jalan Pemuda atau Perumahan Puri Mondoteko terbiasa menghadapi kondisi air yang mengalir secara bergilir, satu hari mengalir dan satu hari mati.

“Sekarang, jika air tidak mengalir selama lima jam, pelanggan sudah bisa melapor karena Perumda Banyumili siap melayani 24 jam,” imbuhnya.

Untuk mendukung kelancaran layanan ini, seluruh manajemen dan pegawai Perumda Banyumili menandatangani kontrak kinerja dan pakta integritas sebagai bentuk komitmen.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam melayani pelanggan kapan saja.

“Untuk menumbuhkan kesadaran baru, kami menyusun rencana aksi yang bersifat bottom-up,” kata dia.

Setelah rencana aksi selesai, dibuatlah kontrak kinerja sebagai perjanjian antara pegawai dan saya selaku Direktur.

“Sedangkan pakta integritas adalah perjanjian terkait integritas pegawai, yang bersifat personal,” jelasnya. (HS-08)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (1/2/2025)

Pemerintah Siap Hadiahi Warga Sragen yang Berulang Tahun dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis