in

Pemerintah Siap Hadiahi Warga Sragen yang Berulang Tahun dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan gigi di Sragen. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah siap memberikan hadiah bagi warga Kabupaten Sragen yang ulang tahun, dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG).

Program yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen ini, bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan secara gratis di 25 puskesmas di 20 kecamatan.

Cara pendaftaran PKG yang merupakan salah satu program unggulan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka tersebut cukup mudah.

Yakni hanya dengan mengunduh aplikasi satu sehat mobile (SSM) lalu mengisi biodata.

Jika mengalami kesulitan bisa langsung mendaftar lewat Whatsapp chatbot Kementerian Kesehatan dengan nomor 081-277-878-812.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, seperti dirilis sragenkab.go.id, menyatakan siap untuk mendukung pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di wilayah Kabupaten Sragen.

Hal itu disampaikannya usai meresmikan Rumah Komunitas BPRS Sukowati, baru-baru ini.

Kusdinar yang akan memasuki purnatugas pada 6 Februari mendatang, berharap dengan adanya program PKG ini, masyarakat Sragen dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang mungkin belum terdeteksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan usia harapan hidup di wilayah tersebut.

Saat ini, Pemkab Sragen juga sedang menyiapkan berbagai bahan media habis pakai yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program PKG ini.

“Kami berharap semua warga dapat mengikuti, namun tentu saja kami memerlukan persetujuan dari mereka. Idealnya, sekitar 80 persen lebih dari masyarakat dapat bergabung dalam program ini,” kata dia.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Sri Subekti mengatakan program ini bisa diikuti siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan disetiap kelompok sasaran berbeda-beda.

“Sasaran PKG Hari Ulang Tahun itu yang pertama bayi baru lahir usia 2 hari, yang kedua balita dan anak-anak pra sekolah usia 1 sampai dengan 6 tahun. Yang ketiga dewasa usia 18 sampai dengan 59 tahun, dan lansia usia mulai 60 tahun ke atas,” jelas Sri Subekti, Jumat (31/1/2025).

Setelah selesai mengisi biodata kemudian memilih tanggal pemeriksaan melalui aplikasi atau WA chatbot Kemenkes.

Sedangkan untuk yang balita, anak prasekolah, lansia atau penyandang disabilitas bisa didaftarkan oleh orang tua/wali atau keluarganya.

Sementara untuk bayi baru lahir bisa didaftarkan oleh petugas kesehatan melalui website Asik.

Website Asik sudah ada sebelum ada program pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas wilayah Sragen, yang digunakan untuk melaporkan kegiatan skrining penyakit tidak menular pada 2024.

“Website itu juga dapat digunakan untuk mendaftarkan kepesertaan di FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama),” ujar dia.

Dia menjelaskan setelah proses itu, semua dilakukan nanti akan mendapatkan notifikasi atau pesan pada H-30, H-7, H-1, dan hari H ulang tahun atau bisa dilaksanakan maksimal hingga sebulan setelah ulang tahun.

Kalau melebihi batasan itu, jelas dia, warga yang bersangkutan tidak dilayani.

Ketentuan tersebut didasarkan pada petunjuk teknis dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Saat Ulang Tahun.

Persiapan sebelum pelayanan kesehatan gratis dilaksanakan di Puskesmas wilayah Sragen yakni penentuan sasaran kelompok umur berdasarkan siklus hidup.

Kemudian menentukan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang digunakan dalam pemeriksaan kesehatan gratis saat ulang tahun.

“Tujuan PKG ini untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat mengetahui faktor-faktor risiko yang ada atau yang diderita mereka sehingga tidak berlanjut menyebabkan timbulnya penyakit,” kata Subekti.

Lebih lanjut, Subekti mengatakan PKG juga bertujuan mendeteksi kondisi prapenyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit dan menginfeksi penyakit lebih awal sehingga dapat ditangani lebih tepat untuk pencegahan komplikasi lanjut.

Subekti menekankan PKG ini bukan pengobatan melainkan pemeriksaan yang sebenarnya sudah dilakukan puskesmas sejak dulu, seperti skrining kesehatan.

“Kami sudah sosialisasi untuk kegiatan PKG ke tenaga kesehatan sejak Desember 2024. Sosialisasi juga dilanjutkan ke puskesmas-puskesmas mulai Januari 2025 ini,” kata dia. (HS-08)

Perumda Banyumili Rembang Perkuat Komitmen Layanan 24 Jam

Gedung Pusat PDAM Tirta Makmur Sukoharjo Mulai Dibangun