HALO KENDAL – Pembangunan Masjid Agung Kendal yang dimulai 25 Desember 2022 lalu, masih 60 persen dari rencana awal. Bahkan pembangunan yang telah menelan anggaran sebesar Rp 35 miliar tersebut, masih membutuhkan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk penyelesaiannya.
“Pembangunan Masjid Agung Kendal ini masih membutuhkan anggaran Rp 25 miliar. Saat ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 35, 218 miliar,” ujar Ketua Pembangunan Masjid Agung Kendal, Sugiono, Jumat (31/1/2025).
Mantan Sekda Kendal tersebut memperinci, anggaran yang telah dikeluarkan terdiri dari APBD sebesar Rp 20 miliar, dari Yayasan Masjid Agung Kendal sebesar Rp 10 miliar.
Selain itu dari hasil penjualan material bongkaran besi dan lain-lain sebesar Rp 807 juta, juga sumbangan dari masyarakat berupa uang Rp 1,8 miliar, material dan lain sebagainya Rp 2 miliar, alat berat seperti bego, molen dan lain- lain sebesar Rp 146 juta.
“Untuk itu kami berharap, bantuan dari masyarakat termasuk pengusaha dan pemerintah daerah, untuk dapat mensupport anggaran Rp 25 miliar tersebut, supaya pembangunan masjid yang akan menjadi ikon Kabupaten Kendal segera terwujud 100 persen,” ungkap Sugiono.
Sebelumnya, Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat menghadiri acara peresmian penggunaan ruang utama di serambi Masjid Agung Kendal mengatakan, di pemerintahan biasanya anggaran untuk pembangunan terbatas.
“Kenapa saya lihat pembangunan yang ada di tiap-tiap kabupaten biasa-biasa saja. Ya karena secara anggaran terbatas. Karena kalau mau menggunakan arsitek yang bagus, dipastikan tidak mencukupi anggarannya. Makanya menggunakan arsitek yang biasa-biasa saja,” ujarnya didampingi Arsitek Pembangunan Masjid Agung Kendal, Revano Satria.
Dico menekankan, Pembangunan Masjid Agung Kendal merupakan salah satu program prioritas di masa kepemimpinannya. Maka dirinya berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Kendal terpilih, bisa melanjutkan program pembangunan masjid hingga selesai 100 persen.
“Masjid ini adalah masjid tertua di Kabupaten Kendal, yang mengandung nilai sejarah religi. Maka pembangunannya tidak mengurangi nilai sejarah Masjid Agung Kendal itu sendiri,” tandas Bupati.
Dico juga berharap, dengan pembangunan Masjid Agung Kendal ini ke depannya bisa membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kendal khususnya. Bukan hanya untuk tempat ibadah maupun kegiatan sosial saja, namun juga kegiatan pendidikan dan keagamaan. (HS-06)