HALO BATANG – Pegiat Literasi Batang (Pelita), meluncurkan sebuah buku novel berjudul Mencari Jejak Mbah Rifa’i di Kabupaten Batang, baru-baru ini di aula kantor Bupati Batang.
Peluncuran buku tersebut sebagai upaya memperkenalkan KH Ahmad Rifa’i, yang merupakan pahlawan nasional dari Kabupaten Batang.
Ketua PP Rifaiyah, KH Mukhlisin Muzarie menjelaskan bahwa KH Ahmad Rifa’i atau yang biasa disebut Mbah Rifa’i, membangun misi perjuangannya dengan dua misi besar, yakni jalur agama dan melawan kolonialisme.
Perjuangan melalui jalur agama Islam, karena waktu itu masyarakat baru diislamkan saja oleh para wali dan belum banyak mengamalkan ajaran-ajaran agama tersebut.
“Yang kedua, itu adalah melawan kolonialisme, melawan penjajah Belanda. Itu inti dari perjuangan mbah Rifa’i,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Ia berharap, buku ini bisa menjadi salah satu referensi yang membahas bahwa Kabupaten Batang itu punya Pahlawan Nasional.
Dia juga berharap, buku ini dapat menjadi bahan bacaan semua kalangan, karena berbentuk novel.
“Sehingga ringan dibaca oleh banyak kalangan. Buku ini nantinya akan dibagikan secara gratis sebanyak 100 eksemplar, karena dukungan dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) melalui Dinas Perpustakaan,” ujar dia.
Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, mengatakan sangat mengapresiasi dan bangga serta terharu apa yang dibuat Pegiat Literasi Batang, dengan menerbitkan buku novel Mencari Jejak Mbah Rifa’i di Kabupaten Batang.
“Sebuah buku yang menceritakan tentang dokumentasi Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang dengan bahasa yang mudah dipahami generasi muda supaya mereka tertarik membacanya,” kata dia.
Lani sangat berharap, buku ini benar-benar dibaca oleh masyarakat terutama generasi muda.
Sehingga bisa tahu ada Tokoh Pahlawan disini dan mengenal sosoknya seperti apa tidak hanya cuma melihat fotonya saja.
“Pihaknya tidak memungkiri, saat ini masih banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Batang punya tokoh yang menjadi Pahlawan Nasional. Mbah Rifa’i telah berjuang melawan penjajah dengan caranya sendiri, tanpa kekerasan,” jelasnya.
Lani juga menyebutkan bahwa, Mbah Rifa’i menyebarkan rasa cinta tanah air lewat dakwah dan karya-karya buku atau kitab yang telah ditulisnya. Ada sekitar 60-an kitab yang ditulisnya di Kabupaten Batang.
“Ini agar kita tahu siapa itu Mbah Rifa’i, yang ternyata sudah berabad-abad yang lalu beliau berkiprah, berjuang untuk bangsa Indonesia,” imbuhnya. (HS-08)