HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggandeng Bank Indonesia (BI) meluncurkan promo menggunakan Trans Semarang hanya bayar Rp 1.000 dengan transaksi non tunai Qris, pada baru-baru. Program Ngebis Praktis dan Ekonomis Pakai Qris ini diharapkan oleh pihak Badan Layanan Umum (BLU) untuk meningkatkan minat masyarakat mengunakan non tunai.
Adapun periode promonya mulai 8 Desember 2024 kemarin hingga 100 hari kedepan, yakni pada 18 Maret 2025 dan hanya berlaku untuk 1.000 transaksi pertama setiap harinya. Sebelumnya, pembayaran non tunai Trans Semarang, juga menggandeng BNI, BRI, dan Himbara. Untuk e-Wallet ada OVO, AstraPay, GoPay.
Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menjelaskan, sebelumnya untuk pembayaran non tunai selain Qris, pihaknya juga bekerjasama dengan perbankan lainnya, BNI, BRI, dan Himbara.
“Untuk e-Wallet ada OVO, AstraPay, GoPay, dan kartu Trans Semarang,” terang Haris, Selasa (10/12/2024).
Haris mengatakan, untuk tiket normal Trans Semarang yaitu Rp 4.000 untuk pembayaran tunai, sedangkan non tunai Rp 3.500, untuk tiket khusus sebesar Rp 1.000. Untuk promo khusus Qris, tiket umum menjadi hanya Rp 1.000 hingga 18 Maret 2025.
“Harapannya tentu bisa meningkatkan minat masyarakat untuk naik bus agar tidak membuat macet,” katanya.
Haris mengakui, sampai saat ini transaksi pembayaran sebagian besar masih dengan uang tunai. Sampai saat ini setiap harinya khusus transaksi non-tunai masih di angka 10 sampai 15 persen setiap harinya. Diharapkan ke depan transaksi non tunai bisa meningkat, kerena lebih cepat dan aman.
“Harapannya lebih banyak transaksi non tunai lebih meningkat. Sampai saat ini baru 10 sampai 15 persen setiap harinya,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan kerjasama dengan BI ini merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi untuk digitalisasi dalam transaksi keuangan.
Mbak Ita, sapaannya, menambahkan digitalisasi sudah dipakai dalam beberapa hal termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), bahkan dalam promonya bulan lalu jika bayar PBB menggunakan Qris, tidak perlu bayar tunggakan.
Lalu, ada RFID (Radio Frequency Identification) untuk pembayaran BBM. Untuk kendaraan Pemda menggunakan Qris, kalau ada yang belum bayar PBB, denda gratis kalau pakai Qris. (HS-06)