HALO KEBUMEN – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) di Kebumen beberapa waktu lalu di Pendopo Kabumian, membawa multiplier effect bagi salah satu kabupaten di pesisir selatan Jawa Tengah tersebut.
Hal itu diungkapkan General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen, Sigit Tri Prabowo, terkait Rakornas KNGI di Kebumen.
Menurut dia, dengan diselenggarakannya acara tersebut, Kebumen kini mulai dijadikan sebagai kota tujuan, bukan sekadar kota transit.
Hal itu terbukti dengan adanya Geopark Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp), banyak orang datang ke kota ini, untuk membahas mengenai pengembangan geopark.
“Kita bisa lihat kemarin bagaimana hotel-hotel di Kebumen itu penuh karena banyaknya tamu yang datang, bukan hanya perwakilan dari geopark seluruh Indonesia, tapi juga tamu dari luar negeri dan juga para pejabat kementerian,” kata dia, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Menurutnya, Geopark Kebumen UGGp dengan kekayaan geologi dan budaya yang dimilikinya, dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan acara, menjadi momentum penting untuk mengenalkan potensi Geopark Kebumen ke seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui Rakornas ini, seluruh pihak dapat bersinergi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengelolaan geopark secara berkelanjutan serta meningkatkan peran geopark dalam mendukung ekonomi lokal, pelestarian alam, dan pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Untuk diketahui, setelah berlangsung selama dua hari, rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) yang berlangsung di Kebumen, resmi ditutup pada Jumat (6/12/2024) di Pendopo Kabumian.
Seperti halnya saat pertama kali kedatangan, pada sesi penutupan ini seluruh peserta juga dijamu dengan makan malam atau closing dinner.
Kegiatan Rakornas KNGI ini, kali pertama diadakan di Kebumen, sejak diakuinya Geopark Kebumen masuk dalam UGGp.
Untuk itu, Kepala Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Bahrun Munawir menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota KNGI atas kepercayaan menjadikan Kebumen sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornas pada tahun ini.
“Pertama kami sampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Rakornas KNGI atas kepercayaan yang diberikan. Sungguh ini merupakan agenda yang luar biasa, dimana kami sebagai kota kecil di Pulau Jawa ini bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Rakornas yang dihadiri para peserta dari seluruh Indonesia,” ujar Bahrun.
Peserta yang datang, ada dari Kepualan Natuna, Danau Toba, Sumatara Utara, Raja Empat, dari Banyuwangi, Meratus, Lombok, Bangka Belitung, Jambi, Sijunjung, dan lain sebagainnya.
Acara Rakornas juga turut dihadiri dari Pejabat Bappenas RI serta pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, serta Direktur Pertamina Foundation.
“Alhamdulillah Rakornas kali ini dihadiri 300 peserta, perwakilan dari seluruh Geopark se-Indonesia. Tentu saja kami senang karena ini bisa menjadi sarana bagaimana Kebumen bisa dikenal seluruh Indonesia, bahkan dunia dengan segela potensinya melalui Geopark ini,” katanya.
Tak lupa, Bahrun juga juga menyampaikan permohonan maaf, bila dalam pelaksanaan Rakornas ini masih banyak kekurangan atau kesalahan. Baik dari awal penyambutan sampai dengan penutupan.
“Karena terus terang waktu persiapannya memang tidak banyak, sehingga kalau ada kekurangan kami minta maaf,” tandasnya.
Nado salah satu peserta Rakornas KNGI perwakilan dari Geopark Natuna menyampaikan, dirinya merasa puas mengikuti seluruh rangkaian acara.
Nado mengaku, ini adalah kali pertama ia menginjak kaki ke Kebumen. Begitu juga dengan para peserta yang lain.
“Waktu kuliah di Jogja, saya pernah ke sini tapi hanya lewat saja. Dan ternyata Kebumen ini punya potensi yang luar biasa, terutama dalam hal geologinya. Meskipun Natuna itu banyak laut, tapi saya kira di Kebumen itu berbeda karena banyak bebatuan,” ujarnya.
Tak hanya itu, masyarakat Kebumen juga dinilai ramah-ramah. Ia pun sempat mencoba makanan khas Kebumen, seperti sate Ambal, lanting, penggel dan juga kopi mangrove.
“Rasanya enak, untuk lantingnya renyah. Tadi kita sempat beli untuk oleh-oleh. Semoga kita bisa kembali ke Kebumen,” katanya. (HS-08)