in

Sebut Prevalensi Stunting Hanya Turun 0,1 Persen, Shinta Nana Sudjana Minta PKK di Jateng Bekerja Lebih Keras

Rapat Konsultasi bersama seluruh TP PKK kabupaten / kota se-Jawa Tengah, di Pendapa Kartini Kabupaten Jepara, Selasa (3/12/2024). (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Jawa Tengah,  Shinta Nana Sudjana mendorong TP PKK, untuk bekerja lebih keras, mengingat dalam kurun satu tahun angka prevalensi stunting di Jawa Tengah hanya turun 0,1%.

Hal itu diungkapkan Pj Ketua TP PKK Jawa Tengah,  Shinta Nana Sudjana, ketika memimpin Rapat Konsultasi bersama seluruh TP PKK kabupaten / kota se-Jawa Tengah, di Pendapa Kartini Kabupaten Jepara, Selasa (3/12/2024).

Hadir saat itu, Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Eka Edy Supriyanta, dan pengurus TP PKK se-Jawa Tengah.

Lebih lanjut terkait isu stunting, Shinta mendorong TP PKK untuk bekerja lebih keras, mengingat dalam kurun satu tahun, angka prevalensi stunting di Jawa Tengah hanya turun 0,1%.

“Untuk itu pemerintah saat ini melakukan upaya dan kebijakan salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Mencegah Stunting (Genting). Sasaran orang tua asuh adalah seluruh aparat pemerintahan termasuk hingga ke desa, BUMN, BUMD, individu, LSM, komunitas, hingga akademisi,” kata Shinta, seperti dirilis jepara.go.id..

Program Genting ini rencananya akan menargetkan 123.588 orang tua asuh, untuk itu Shinta memerintahkan Ketua TP PKK kabupaten / kota untuk segera berkoordinasi dengan bupati / wali kota.

Shinta meminta agar desa / kelurahan yang ditunjuk benar-benar mengalami kasus stunting yang tinggi.

Sehingga harapannya gerakan ini dapat membantu mengentaskan stunting di Jawa Tengah.

Shinta Nana Sudjana juga menyampaikan bahwa di masa kepemerintahan Prabowo – Gibran, PKK harus turut membantu pemerintah dalam mencapai visi misi yang terangkum di dalam asta cita.

“Rencananya pada Rakernas PKK ke-20 tahun 2025 nanti, PKK akan menyesuaikan dan mengintegrasikan Asta Cita dengan 10 Program Pokok PKK,” kata Shinta.

Shinta meminta agar TP PKK Provinsi Jawa Tengah, kabupaten, dan kota bersiap untuk menyesuaikan program kerja, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sesuai dengan kepala daerah terpilih.

Untuk itu dirinya mengatakan bahwa rapat konsultasi ini penting untuk menampung usulan guna disampaikan pada Rakornas ke-20 nanti.

Utamanya terkait tentang perubahan Permendagri Nomor 36 Tahun 2020, visi dan misi Gerakan PKK 5 tahun mendatang, usulan program kerja TP PKK 5 tahun mendatang, serta penyempurnaan kelembagaan PKK.

“Beriringan dengan penyusunan RPJMD, hendaknya diikuti dengan pembentukan Rencana Induk dan Strategi Gerakan PKK. Harapannya untuk membangun sinergitas Gerakan PKK pusat dan daerah, dengan program yang sesuai dengan kebijaksanaan di masing-masing daerah,” terangnya.

Sementara itu saat memberikan sambutan, Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengucapkan terima kasih sudah dipercaya sebagai tuan rumah.

“Selamat datang, sugeng rawuh di Jepara Ibu Pj Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Terima kasih sudah memilih Jepara sebagai tuan rumah,” kata Edy Supriyanta.

Selaku tuan rumah, Pj Bupati Jepara mengajak seluruh peserta untuk mengunjungi tempat wisata dan membawa oleh-oleh khas Jepara usai rapat koordinasi dilaksanakan.

Edy mengatakan bahwa keberadaan PKK selaku organisasi, mempunyai kiprah dan peran yang luar biasa dalam mengisi pembangunan daerah.

Selain sebagai mitra pemerintah, PKK menurutnya juga berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak terlaksananya program pemerintah serta sebagai pembimbing dan pemberi motivisi terhadap potensi masyarakat.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa PKK mampu menjangkau unit terkecil seperti keluarga.

Adapun keluarga, kata Edy merupakan fundamen dalam membentuk karakter dan barometer kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini kita memiliki tantangan dan pekerjaan rumah, termasuk Jepara. Tapi kita patut berterima kasih karena peran PKK yang luar biasa ini salah satunya di masalah stunting,” tandasnya.

Menurut data terakhir yang diterima Pj Bupati, dirinya menyebut penurunan stunting di Jepara termasuk baik. Dari 3,52% (2.926) balita menjadi 3,28% (2.731) balita.

Untuk itu, Edy menganggap peran PKK masih sangat dibutuhkan untuk menuntaskan berbagai persoalan tersebut.

Ia turut mengapresiasi para kader dan pengurus TP PKK yang senantiasa bekerja tanpa lelah demi mewujudkan pembangunan masyarakat yang makmur dan sejahtera. (HS-08)

Implementasi Program Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak, Pemkab Kendal Gelar Festival

Perkuat Pengawasan Internal, Pemkab Jepara Tambah 28 Auditor Baru