HALO KENDAL – Koordinator Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (Pokla SDA) Wilayah Bodri Kendal, Dinas Pusdataru Jawa Tengah, baru-baru ini melaksanakan penanganan darurat pada tanggul di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Tindakan ini diambil untuk menutup tanggul beton yang bocor akibat terkikis arus air banjir dari Sungai Bodri.
Kepala Desa Lanji, Zarkasih, menjelaskan bahwa penanganan darurat ini sangat diperlukan, terutama setelah air bocoran dari tanggul masuk ke permukiman dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga. “Kejadian ini terjadi saat hujan deras dan arus Sungai Bodri meningkat beberapa hari yang lalu,” ungkapnya, pada Sabtu (16/11/2024).
Zarkasih menambahkan bahwa upaya pencegahan banjir di desanya telah dilakukan sebelumnya dengan membangun tanggul beton dan tanggul bronjong. “Kami berharap ada penambahan volume tanah di sebelah timur tanggul beton agar lebih aman. Sebenarnya, tanggul beton sudah cukup kuat, tetapi ujung tanggul perlu diperkuat dengan tambahan tanah,” jelasnya.
Dalam penanganan darurat ini, ratusan karung diisi dengan tanah untuk menutup tanggul yang bocor. Pusdataru mengerahkan 30 petugas, dibantu oleh sepuluh petugas dari BPBD Kendal, sepuluh petugas dari Dinas PUPR Kendal, serta beberapa warga setempat.
Koordinator Kelompok Pengelola SDA Wilayah Bodri, Nur Kholis, menjelaskan bahwa penanganan darurat ini melibatkan penutupan tanggul bocor dengan karung berisi tanah. “Selanjutnya, kami akan membuat pancang dari bambu untuk menahan air banjir,” tambahnya. Pancang sasak bambu ini akan dipasang di sisi depan tanggul sepanjang 15 meter dan dihubungkan dengan tanggul bronjong di sisi belakang.
Nur Kholis juga menyampaikan bahwa untuk penanganan permanen, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pusdataru Provinsi Jateng untuk melakukan pengkajian lebih lanjut. “Pengkajian ini penting untuk mencari cara penanganan yang tepat. Jika penanganan permanen diperlukan, pengkajian harus dilakukan oleh Pusdataru Jateng,” imbuhnya.
Sementara itu, Khairul Huda dari BPBD Kendal menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan 200 karung untuk penanganan darurat. “Tanah untuk mengisi karung-karung penahan tanggul diambil dari sedimen di sekitar sungai. Sesuai hasil rapat, langkah darurat ini dilakukan dengan menutup tanggul menggunakan karung berisi tanah,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Desa Lanji dapat terhindar dari ancaman banjir dan warga dapat merasa lebih aman.(HS)