in

Laga Pertama Putaran Kedua Liga 2, PSIM Ditahan Adhyaksa FC

Laga PSIM Yogyakarta vs Adhyaksa FC di pertandingan pertama putaran kedua Liga 2 2024/2025 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (16/11/2024).

HALO SOLO – PSIM Yogyakarta gagal meraih kemenangan saat menghadapi tuan rumah Adhyaksa FC di pertandingan pertama putaran kedua Liga 2 2024/2025. Dalam duel di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (16/11/2024), PSIM ditahan lawannya 0-0.

Awal kurang memuaskan bagi PSIM yang sesungguhnya menguasai permainan. Meski memiliki banyak peluang, namun tidak ada satu pun yang bisa dikonversi menjadi gol.

Tak hanya itu, Adhyaksa FC pun terpaksa bermain dengan 10 pemain setelah dikartumerahnya Dave Mustaine di menit 78. Namun PSIM gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Tim asuhan Seto Nurdiyantoro tetap kesulitan menembus pertahanan lawan.

Pertandingan itu sendiri diwarnai hujan yang mengguyur Kota Solo. Kondisi lapangan yang sedikit tergenang di beberapa titik agak mengganggu permainan kedua tim.

PSIM yang mengambil inisiatif menyerang sempat menekan pertahanan tuan rumah. Hanya serangan mereka selalu bisa digagalkan barisan pertahanan Adhyaksa FC. Sementara tuan rumah sesekali melakukan tekanan terhadap PSIM.
Namun ancaman mereka kurang membahayakan sehingga bisa dengan mudah dipatahkan.

Di babak kedua, permainan PSIM tak berubah. Sebaliknya, Adhyaksa mampu keluar dari tekanan dan bisa mengimbangi permainan Laskar Mataram.

Namun Dave yang masuk di babak kedua kemudian melakukan pelanggaran sehingga mendapat kartu merah. Hanya saja PSIM tetap tak bisa membobol gawang Adhyaksa FC dan sampai akhir laga skor tetap tanpa gol.

Pelatih Seto mengaku tim sesungguhnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Sayangnya, pemain tak mampu memanfaatkan peluang tersebut.

“Di babak pertama, kami menciptakan banyak peluang. Tetapi tidak ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi gol. Saat tim lawan kehilangan seorang pemain, kami juga tak mampu memaksimalkannya. Kami justru kurang sabar saat lawan harus fokus pada pertahanan setelah kehilangan seorang pemain,” ujar Seto usai pertandingan.

Selain itu kondisi lapangan yang basah karena hujan menyulikan pemain mengeluarkan kemampuan terbaik. “Laju bola menjadi berbeda karena cuaca dan kondisi lapangan. Selain itu, pemain terlihat emosional sehingga tak bisa memanfaatkan peluang,” katanya lagi.

Sementara, pelatih Adhyaksa FC Ade Suhendra mengakui PSIM bemain lebih baik dan unggul di lini tengah. Ini menyulitkan tim asuhannya mengembangkan permainan.

“PSIM bermain cukup baik dan melakukan tekanan. Ini menyulitkan kami, terutama di babak pertama. Mereka memang unggul di lini tengah Di babak kedua, penampilan kami sudah lebih baik saat saya melakukan pergantian dua gelandang. Kami juga unggul dalam penguasaan bola tetapi kami belum bisa meraih hasil lebih baik,” ucap Ade.

Lebih lanjut, Ade, mengatakan dikartumerahnya Dave membuat dia harus mengubah strategi dengan memperkuat sektor pertahanan. Menurut dia bila timnya tak sampai kehilangan pemain, hasil akhir pertandingan mungkin bisa berbeda.

“Adanya kartu merah menjadikan perubahan pada permainan. Ini juga membuat kami gagal menang. Bila tetap bermain dengan 11 pemain, hasil akhir mungkin akan berbeda,” kata dia lagi.

Meski kecewa, Ade menilai hasil imbang itu sudah cukup bagus. Apalagi tim harus bermain dengan 10 orang selama 15 menit terakhir.

Hasil itu menjadikan Adhyaksa FC yang sudah menyelesaikan 10 pertandingan tetap berada di peringkat empat dengan poin 16.

PSIM sendiri terpaksa turun peringkat. Bila sebelumnya mereka mampu menduduki puncak klasemen saat menutup putaran pertama, kini PSIM turun ke peringkat tiga dengan poin 18. Terpaut tiga poin dengan Bhayangkara FC yang merebut takhta klasemen.

Namun PSIM baru melakoni sembilan pertandingan. Sedangkan Bhayangkara FC dan Persija Jepara yang menempati posisi kedua dengan memiliki 19 poin sudah menjalani 10 pertandingan.(HS)

Menteri PPMI Ungkap Peluang Bekerja Sektor Perikanan dan Kelautan di Luar Negeri

Tanggul Bocor di Desa Lanji Kendal Diperbaiki Secara Darurat untuk Cegah Banjir