HALO KENDAL – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal menggelar Pelatihan Konseling Bagi Tim Sinergitas Pentahelix untuk Rujukan, Kampanye, Konseling dan Edukasi (Gitar Melodi) untuk Pencegahan Pernikahan Dini, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kamis (31/10/2024) – Jumat (1/11/2024).
Acara dihadiri dari perwakilan perangkat daerah, perwakilan lembaga vertikal, perwakilan akademisi, asosiasi, forum-forum, organisasi masyarakat, kepala dan sekretaris desa, serta dari media.
Dalam pemaparan materinya, Dr Arri Handayani SPi MSi dari UPGRIS Semarang menyampaikan terkait dengan proses lahirnya anak hingga dewasa dan sampai menikah. Untuk itu dirinya membagi peserta dalam delapan tim, dalam mencari solisi sebuah tantangan.
Delapan tim tersebut, tim satu mengupas terkait pasangan baru, tim dua terkait menghadapi kelahiran anak pertama, tim tiga terkait anak pra sekolah, tim empat terlait anak sekolah (SD), tim lima terkait remaja (SMP/SMA), tim enam terkait kedewasaan menghadapi pelepasan, tim tujuh terkait pasangan pasutri pertengahan nikah, dan delapan terkait menghadapi masa lanjut usia.
“Setiap tahap perkembangan keluarga memerlukan pemahaman dan penyesuaian. Komunikasi serta kerja sama antaranggota sangat penting untuk menciptakan keharmonisan,” tandas Arri, setelah merangkum berbagai tantangan dan solusi dari delapan tim.
Sebelumnya Kepala DP2KBP2PA Kendal, dalam sambutan yang dibacakan Plt Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arti Setyaningsih menyampaikan, pernikahan dini merupakan persoalan yang berdampak luas baik bagi perkembangan psikologis, kesehatan, pendidikan, maupun sosial ekonomi generasi muda kita.
Menghadapi tantangan ini, dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor bisnis, dan media.
“Kolaborasi tersebut akan memperkuat strategi kita dalam memberikan rujukan, kampanye, konseling, dan edukasi guna mencegah pernikahan dini secara menyeluruh dan berkesinambungan,” ujar Arti.
Dijelaskan, pelatihan merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tim dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan pernikahan dini.
“Pada kesempatan ini, saya mengajak pada semuanya yang hadir untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin. Jadikan pelatihan ini sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat bagi keluarga yang rentan pernikahan dini, baik ibu, bapak maupun anak,” jelas Arti.
Dirinya berharap, Tim “Gitar Melodi” bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman yang benar tentang risiko pernikahan dini, serta mampu memberikan dukungan bagi anak-anak dan remaja, supaya memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa terjebak pada pernikahan dini.
“Semoga peserta dan kita semua bisa memetik manfaat dari para nara sumber dan dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh dalam setiap upaya preventio di lapangan. Dengan demikian, kita bersama-sama dapat mewujudkan generasi penerus yang lebih sehat, berpendidikan ke arah yang lebih baik,” ungkap Arti.
Sebagai penutup Kepala DP2KBP2PA Kendal melalui Plt Kabid PPPA kembali menyampaikan, pelatihan konseling bagi Tim “Gitar Melodi” yang bertujuan memperkuat peran kolaboratif berbagai pihak dalam pencegahan pernikahan dini.
Mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapi, sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan sektor bisnis diperlukan untuk memberikan solusi efektif dalam mengurangi angka pernikahan dini di masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim dan peserta yang berperan dalam pelatihan ini. Semoga upaya kita membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi langkah awal menuju Indonesia yang lebih maju,” tutup sambutan Kepala DP2KBP2PA, yang dibacakan Arti, sekaligus membuka pelatihan. (HS)