HALO SEMARANG – Duduk di depan mikrofon dan berbincang langsung dengan penyiar, menjadi pengalaman baru bagi Muhammad Alfian.
Siswa SMK Negeri 7 Semarang itu mengaku sempat deg-degan dan grogi, saat kali pertama mencoba siaran di stan Jateng Radio Dinas Komunikasi Informatika dan Digital Provinsi Jawa Tengah.
Kekhawatiran salah bicara sempat muncul sebelum siaran dimulai. Namun, setelah berbincang beberapa menit, rasa gugup perlahan mencair. Pengalaman yang awalnya membuat tegang, justru meninggalkan kesan menyenangkan bagi Alfian.
“Deg-degan, kaget, dan takut juga awalnya. Ini soalnya pertama kali diwawancarai, nanti takut kalau belibet ngomongnya atau ada kendala apa gitu. Tapi alhamdulillah lancar dan bisa selesai wawancaranya,” kata dia, seusai dari stan Jateng Radio, Jumat (21/8/2026).
Sekitar lima menit, Alfian bersama temannya, Bilya Saif, berbincang dengan penyiar Jateng Radio. Keduanya membahas kegiatan sekolah, dan suasana Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Alfian sebenarnya datang ke lokasi pameran dalam rangka menjalankan tugas dari guru sejarah, untuk menggali informasi mengenai keunikan UMKM di stan Kabupaten Sragen.
Namun, kesempatan mencoba siaran membuat kunjungannya menjadi pengalaman yang berbeda.
Bagi Alfian, berbicara langsung di depan mikrofon bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi latihan untuk meningkatkan keberanian berbicara di depan umum.
“Kesannya menyenangkan juga bisa siaran, diwawancarai sama radio tadi. Bisa latihan bicara juga,” ucap siswa kelas X asal Semarang tersebut.
Pengalaman serupa juga dirasakan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Razan Hanum. Dia mengaku sempat merasa canggung ketika kali pertama duduk di depan mikrofon, dan mendapat pertanyaan dari penyiar.
Namun, suasana siaran yang santai membuat rasa gugupnya perlahan berkurang. Bagi dia, kesempatan ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan, karena bisa mencoba aktivitas yang sebelumnya belum pernah dilakukan, sekaligus melatih kepercayaan diri saat berbicara.
Pegawai di Pemprov Jawa Tengah, Dhania Prinitha, juga tidak mau melewatkan momen serupa. Baginya, mencoba siaran radio menjadi pengalaman berbeda di tengah aktivitas mengunjungi pameran.
“Pengalamannya tadi senang ya, karena kita di sini selain jalan-jalan dan jajan UMKM, juga bisa nyoba siaran, ini hal baru sih,” ungkap warga Ngaliyan Kota Semarang tersebut.
Lebih lanjut, Dhania berharap momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, membawa kondisi yang semakin baik bagi masyarakat.
“Harapannya Jawa Tengah semakin damai dan kondusif. Semoga pembangunan juga bisa berjalan dengan baik, sehingga masyarakat Jawa Tengah semakin sejahtera,” kata dia.
Sementara itu, penyiar Jateng Radio, Aura Sita, mengatakan, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Sejak dibuka pada Kamis (20/8/2026), lebih dari 50 orang telah mencoba siaran di stan Jateng Radio.
Setiap sesi siaran berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit. Topik perbincangan disesuaikan dengan latar belakang pengunjung, kemeriahan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, serta harapan mereka untuk Jawa Tengah ke depan.
“Yang nyoba siaran dari berbagai kalangan. Ada anak SMA-SMK, mahasiswa, pekerja swasta, PNS Pemprov Jateng sendiri juga ada. Terus banyak juga dari pengunjung masyarakat umum,” ungkapnya.
Pada pameran Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah ini, berbagai program dan inovasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, BUMD/BUMN, swasta, serta berbagai lembaga lainnya, ditampilkan di halaman Kantor Gubernur hingga Sabtu (22/8/2026).
Beragam produk UMKM lokal dari 35 kabupaten/ kota juga dipamerkan. berbagai aneka kuliner khas daerah Jawa Tengah tersedia, mulai dari nasi gandul dan sego tewel khas Pati, mie ongklok Wonosobo, geblek dan dawet ireng dari Purworejo, hingga olos khas Tegal.
Ada pula soto klethuk dari Blora, tumpang koyor dari Salatiga, lontong tuyuhan Rembang, kupat tahu Magelang, sate blengong Brebes, serta horok-horok, sate kikil, dan pindang serani dari Jepara. (HS-08)

