in

222 Seniman Pentaskan Wayang Kontemporer, Bupati Hamenang Sebut Ini Kado Indah Hari Jadi Klaten

Pergelaran wayang kontemporer di Alun-alun Klaten, baru-baru ini. (Foto : klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pergelaran wayang kontemporer, yang ditampilkan secara modern di Alun-alun Klaten, baru-baru ini, menjadi daya tarik baru dalam seni pewayangan di Klaten.

Lewat gelaran yang mengambil lakon “Sang Gatotkaca” ini, para penonton diajak menikmati sajian pertunjukan seni wayang kulit, yang dipadukan dengan wayang orang.

Semua pertunjukan dibalut dalam treatikal yang epik dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten dan HUT ke-81 RI.

Wayang kulit yang dibiasanya ditampilkan dengan kelir dan memainkan liuk cahaya yang dipancarkan blencong, digantikan dengan layar proyektor modern.

Tampilannya menjadi lebih berwarna layaknya menonton layar teater. Permainan cahaya panggung pun menambah apik pertunjukkan wayang orang. yang menimpali penampilan wayang kulit yang dibawakan dalang asli Klaten, Ki Suluh Juniarsih, Ki Sigit Sukasman, Ki Bayu Aji, yang memainkan wayang kulit di balik layar.

Di tengah pertunjukkan, penampilan seniwati senior Indonesia, Suyati atau akrab dikenal Yati Pesek, sukses memberikan warna dalam gelaran ini.

Tak hanya sampai di situ, hibridasi seni yang ditampilkan pun kian beragam dengan penampilan puluhan sinden Klaten.

Total terdapat 222 seniman Klaten yang terlibat, termasuk dalang, pangrawit, sinden, pengiring musik, serta penari dan pelakon wayang uwong (orang).

“Kolaborasi yang luar biasa dari para seniman dan budayawan. Ini menjadi kado yang indah bagi Hari Jadi Klaten yang ke-222,” ungkap Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, seperti dirilis klaten.go.id.

Puncaknya, penonton disuguhkan dengan atraksi Gatotkaca yang turun dari atas backdrop layaknya melayang di udara. Atraksi ini menjadi elemen kejutan hingga memukau penonton yang mengikuti pagelaran tersebut.

Mas Bupati menambahkan gelaran ini tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, namun juga meneguhkan lagi Klaten sebagai Kota Dalang dan Kota Wayang.

Ia berharap melalui Hibridasi Pagelaran Wayang Kontemporer ini, semakin banyak generasi muda meminati seni pewayangan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi di Klaten.

“Ke depan dengan adanya kegiatan seni yang baru ini kemudian bisa semakin menarik generasi muda kita untuk kemudian tertarik menekuni dan melihat kembali kemudian ikut melestarikan seni budaya yang luar biasa ini,” paparnya. (HS-08)

 

 

Sikapi Video Viral Layanan Parkir di Dieng, Dishub Banjarnegara Berikan Surat Teguran pada Penglola dan Jukir

Perkuat Inklusi Keuangan, OJK dan Pemkab Klaten Luncurkan EKI di Desa Sidowarno