in

Berkembang Pesat, Luas Areal Tanam Tembakau Capai 2.775 Hektare

Penyerahan bantuan alat mesin pertanian kepada para petani tembakau di Kabupaten Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Areal pertanian tembakau di Kabupaten Blora, dari tahun ke tahun berkembang pesat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Blora, yang dipublikasikabn melalui blorakab.bps.go.id, pada tahun 2021 luas lahan tembakau hanya 820,00 hektare.

Luas lahan ini bertambah pada 2022, yakni mencapai 686,75 dan setahun kemudian, yakni pada 2023 mencapai 1.466,70 hektare.

Pada tahun ini, menurut  Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan(DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, luas lahan tembakau tersebut berkembang pesat hingga mencapai 2.775 hektare.

“Pada masa tanam 2024 luas areal tanaman tembakau sudah mencapai 2.775 hektare,” kata dia, di Blora, baru-baru ini seperti dirilis blorakab.go.id.

Dia mengatakan varietas yang dikembangkan, adalah Kasturi,Gilang Mancung dan Gilang Banteng, dengan produktivitas 1 hingg 2 ton per hektare.

Dikatakannya, pola pengembangan budi daya tanaman tembakau, sebagian besar dilakukan melalui pola kemitraan dengan PT Sadana Arif Nusa.

Model kemitraan yang terbangun semua kebutuhan saprodi disediakan oleh PT Sadana dan pengembalian kredit dibayar ketika panen (Yarnen).

Ngaliman mengatakan, untuk mendukung para petani tembakau, pihah mitra kerja menyiapkan atau menyediakan petugas pendamping, yang berperan dalam memberi bimbingan teknis sehingga mampu mewujudkan keberhasilan dalam pemeliharan dan pengolahan tembakau sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditentukan.

Di samping itu pihak mitra kerja juga sudah memberi jaminan harga saat panen tiba.

‘’Harga tembakau saat panen mencapai kurang lebih Rp 40.000 per kilogram. Pendapatan bersih yang diterima petani berkisar antara Rp 25 juta sampai Rp 40 juta per hektare,” terangnya.

Meski demikian berdasarkan kenyataan di lapangan, masih sebagian petani tembakau yang berusaha secara mandiri.

Semua kebutuhan saprodi dipenuhi sendiri dan penjualan hasil dilakukan secara bebas bisa dijual ke pedagang lokal atau ke lain pihak yang harganya lebih menguntungkan.

Bantuan

Sementara itu dalam rangka memotivasi para petani agar untuk bersemangat mengembangkan areal tembakau, beberapa waktu lalu Bupati Blora Arief Rohman memerintahkan DP4 agar meminta bantuan berbagai alat pertanian pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.

Berkat komunikasi yang intensif dan kinerja yang diwujudkan oleh DP4 dalam perluasan tembakau di Kabupaten Blora telah dibagikan bantuan kepada 24 kelompok tani tembakau, baru-baru ini.

Bantuan itu berupa alat alat pertanian cultivator 5 buah, hand traktor 10 buah, power sprayer 5 buah, dan alat penyiang gulma 4 buah.

Bantuan alat alat pertanian tersebut berasal dari bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.

Pembagian alat-alat pertanian berlangsung di halaman DP4 Blora.

“Tolong bantuan yang diterima agar dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik baiknya serta jadikan sebagai spirit dalam menumbuhkan kerukunan,kinerja dan kegotong royongan para petani tembakau,” pesan Ngaliman.

Hal itu dikarenakan pada tahun 2025 di Kabupaten Blora target pengembangan perluasan areal tanam tembakau meningkat menjadi seluas 3.300 ha.

Sementara ada seorang penerima bantuan bernama Nur Cholis dari desa Klokah Kecamatan Kundurun secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Blora Arief Rohman yang telah ikut berupaya agar para ketua kelompok tani tembakau mendapat bantuan dari alat-alat pertanian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.

“Semoga berkah dan amanah serta bermanfaat untuk menambah guyub rukun dalam berusahatani tembakau,” ucapnya. (HS-08)

Gelar Malam Anugerah Pemenang Lomba Baca Puisi Kreatif Nasional, Gaperto Sebut Jepara Konsisten Terbitkan Buku Puisi

Peringati Sumpah Pemuda, DHC BPK 45 Sragen Gelar Lomba Yel-yel Kebangsaan