in

Lakukan Patroli di Hutan Jati Regaloh Tlogowungu Pati, Petugas Perhutani Temukan Jenazah Lansia

Petugas mengevakuasi jenazah Juhari (80) warga Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dari lokasi dia ditemukan di RPH Regaloh KPH Pati, masuk Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Sabtu (26/10/2024). (Foto : patikab.go.id)

 

HALO PATI – Petugas Perhutani RPH Regaloh, yang sedang berpatroli di kawasan hutan RPH Regaloh KPH Pati, di Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Sabtu (26/10/2024) menemukan sesosok jenazah lansia di petak 131 B.

Jenazah Juhari (80) warga Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati itu pun, kemudian dievakuasi personel Polsek Tlogowungu Polresta Pati, yang sekaligus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Kompol M Alfan Armin, mewakili Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, mengungkapkan keberadaan korban diketahui pukul 09.30 WIB, ketika petugas Perhutani RPH Regaloh sedang melaksanakan patroli di kawasan hutan RPH Regaloh.

Saat itulah petugas melihat korban, tergeletak tak bergerak dengan posisi terlentang.

Menurut Kasat Reskrim Kompol M Alfan Armin, petugas tersebut langsung menyampaikan informasi tersebut ke petugas Perhutani lainnya, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Tlogowungu.

“Dari hasil penelusuran, petugas kemudian dapat menemukan keluarga jenazah,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Setelah keluarga melihat jenazah tersebut, mereka yakin korban adalah ayahnya bernama Juhari.

Identifikasi itu berdasarkan pakaian yang dikenakan, ikat pinggang di perut, dan ciri-ciri fisik lainnya.

Kompol M Alfan Armin menuturkan berdasarkan keterangan keluarga, Korban tinggal bersama anaknya di Desa Jimbaran Margorejo dan sering pergi untuk mencari rongsok lalu kembali sendiri dan terakhir korban pergi dari rumah pada tanggal 15 Oktober 2024 untuk mencari rongsok, namun karena tidak kembali lalu keluarga membuat laporan kehilangan orang di Polsek Margorejo pada tgl 19 Oktober 2024.

“Penuturan pihak Keluarga korban diketahui memiliki riwayat penyakit lambung, sehingga sering memakai ikat pinggang di perut”, tuturnya.

Berdasarkan penelusuran saksi-saksi di sekitar lokasi penemuan jenazah, diketahui bahwa korban Juhari terakhir terlihat sekitar seminggu lalu sedang membakar sampah di belakang warung kopi, dekat lokasi penemuan jenazah.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerimakan dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diberikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata dia. (HS-08)

Polres Tegal Terus Kejar Tahanan yang Kabur

Diduga Jual Miras Beberapa Toko di Wilayah Doro Dirazia Polres Pekalongan