in

Kemenag Gandeng Akademisi Kaji Praktik Baik Masjid Ramah Lingkungan

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng para akademisi (dalam dan luar negeri) dan aktivis lingkungan, untuk menggali dan mengkaji praktik baik masjid ramah lingkungan. Ikut juga dalam program ini, para guru dan takmir.

Total ada 54 orang yang akan dilibatkan dan hadir secara daring dan luring pada International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) 2024 bertajuk “Eco-friendly Mosque, Climate Change, and Future Generation”, di Solo, belum lama ini.

Mereka menulis dan mengulas praktik baik masjid ramah lingkungan serta peran strategis rumah ibadah dalam mendukung ekosistem hijau.

Hasil kajian ini diharapkan menjadi acuan pengembangan masjid ramah lingkungan di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran rumah ibadah dalam upaya pelestarian lingkungan secara lebih luas.

Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, seperti dirilis kemenag.go.id, Jumat (4/10/2024) mengungkapkan pentingnya masjid untuk menjadi pelopor gerakan konservasi lingkungan di tengah meningkatnya isu perubahan iklim.

“Perubahan iklim adalah tantangan serius, dan masjid sebagai pusat gerakan sosial harus ikut merespons isu ini,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kamaruddin mengusulkan agar pesan-pesan pelestarian lingkungan disampaikan dalam khutbah Jumat untuk meningkatkan kesadaran umat terkait pentingnya menjaga alam.

Selain itu, Kamaruddin juga mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di masjid, seperti energi terbarukan dan pengelolaan sampah yang baik, sebagai bagian dari dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan nyata).

“Masjid yang sering dikunjungi jemaah dapat menjadi contoh dalam pengurangan jejak karbon dan penerapan gaya hidup berkelanjutan,” jelasnya.

Keterlibatan agama dan rumah ibadah dalam isu lingkungan, menurutnya, akan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada target nomor 13 tentang climate change.

“Karenanya, simposium ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan mengenai peran agama dalam menghadapi tantangan ekologis global,” kata Kamaruddin. (HS-08)

Sinergi Usaha SPBU, Sabilal Muhtadin Didapuk Jadi Contoh Pengelolaan Aset Masjid

Patuhi Aturan Konsumsi Obat Antibiotika