in

BPBD Kota Semarang Droping 295.000 Liter Air Bersih Bantu Warga di Wilayah Kekeringan

BPBD melakukan droping air bersih ke warga yang mengalami kekeringan di wilayah Rowosari, Kecamatan Tembalang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang hingga saat ini telah melakukan pendistribusian air bersih sebanyak 295.000 liter untuk membantu warga yang wilayahnya mengalami kekeringan saat musim kemarau ini. Ratusan ribu liter air bersih itu didroping ke sebanyak 1.430 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 14 kelurahan di Kota Semarang.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, total saat ini droping air bersih ke warga terdampak kekeringan sebanyak 295.000 liter, atau 59 truk tanki. Satu truk tangki dengan kapasitas 5000 liter air bersih.

“Dan telah didroping ke sebanyak 1.430 kepala keluarga, yang tersebar di 14 titik atau kelurahan di Kota Semarang,” paparnya, Kamis (29/8/2024).

Pihaknya menambahkan, yang terbanyak wilayah yang dibantu pengiriman air bersih yakni Kelurahan Rowosari (Kecamatan Tembalang) dan Kelurahan Muktiharjo Kidul (Kecamatan Pedurungan), masing -masing sebanyak 130.000 liter dan 45.000 liter air bersih.

“Dan untuk 12 titik lainnya, di antaranya ada di Mangunharjo (Kecamatan Tembalang), Gondoriyo (Kecamatan Ngaliyan), Cepoko (Kecamatan Gunungpati) dan lainnya dengan pengiriman air bersih bervariasi mulai dari 20.000 liter, 15.000 liter dan 10.000 liter,” imbuhnya.

Untuk proses pengiriman air bersih, kata Endro, pihaknya bekerjasama dengan PDAM Tirta Moedal maupun pihak swasta melalui program CSR.

“Alhamdulillah sampai saat ini droping air bersih ke warga yang terdampak kekeringan masih terpenuhi dan terlayani,” pungkas Endro.

Sebelumnya, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, Pemkot Semarang saat musim kemarau ini selain melaksanakan langkah- langkah antisipasi dengan pengerukan saluran, termasuk juga untuk permasalahan kebakaran dan kebutuhan air yang terjadi akibat dampak kekeringan di beberapa wilayah.

“Banyak wilayah yang kami antisipasi. Wilayah yang sering kekeringan itu ada di Rowosari, Jabungan, juga Gondorio, serta Gedawang, ini yang harus diantisipasi,” jelasnya.

Menurut Mbak Ita, sapaan akrab Walikota Semarang, dari sisi penyediaan air, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM dan akan melakukan distribusi bantuan air ke wilayah-wilayah terdampak.

“Dari sisi penyediaan, tidak hanya ada dari PDAM saja, tapi ada penyediaan dari Pamsimas, atau artetis, dan sebagainya,” papar Mbak Ita.

Pihaknya berupaya terus menginventarisasi wilayah mana saja yang membutuhkan air.

“Selain mengecek mana saja kebutuhan air, tapi juga melakukan pengelolaan air. Pesan saya, agar masyarakat bijak menggunakan air dengan efisien, dan juga bisa berhemat,” imbuhnya. (HS-06)

Dico Batal Maju di Pilwakot Semarang, Golkar: Ada Penugasan

Polda Jateng Bongkar Kasus Penadahan Mobil Bodong, Dua Orang Diamankan