HALO KUDUS – Setiap instansi terkait dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk menjaga penyelenggaraan Pilkada berlangsung aman dan damai.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, dalam Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa (20/8/2024).
“Kondusifitas Pilkada yang akan diselenggarakan pada 27 November adalah tugas bersama,” kata dia, seperti dirilis laman resmi Pemkab Kudus.
Pj Bupati mengaku optimistis, Kabupaten Kudus akan kondusif selama Pilkada berlangsung.
Keyakinan ini didapat dari track record saat Pilpres kemarin dan Sispamkota saat ini.
Hasan mengapresiasi pasukan Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, Satpol PP, dan petugas gabungan yang siap siaga menghadapi kondisi apapun.
“Kami yakin Pilkada di Kabupaten Kudus damai dan lancar. Terlihat pada Sispamkota hari ini dan saat Pilpres kemarin. Optimisme harus terus kita pupuk,” ucapnya.
Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penentu kesuksesan Pilkada. Hasan meminta masyarakat, selain menjaga kerukunan, juga menyalurkan hak suaranya. Sebab, suara masyarakat menentukan pembangunan Kabupaten Kudus dan Jawa Tengah selama lima tahun ke depan.
Meskipun begitu, Hasan yakin masyarakat Kudus sudah cerdas dan menggunakan hak pilihnya. Pada Pilpres kemarin, partisipasi masyarakat Kabupaten Kudus sudah mencapai lebih dari 80%.
“Kesuksesan juga ditentukan dari partisipasi masyarakat. Alhamdulillah Pilpres kemarin partisipasinya lebih dari 80 persen. Insyaallah Pilkada pada November mendatang partisipasinya juga tinggi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Ronni Bonic mengungkapkan Sispamkota dilaksanakan untuk menyamakan persepsi pengamanan proses tahapan Pilkada mulai dari kampanye, situasi tenang, saat pencoblosan, rekapitulasi dan pengamanan situasi anarkis.
Ronni menjelaskan terdapat 700 personel atau 2/3 pasukan diterjunkan untuk pengamanan setiap TPS, termasuk petugas gabungan. Pihaknya akan terys berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu dalam proses pengamanan Pilkada.
“Kami akan menerjurkan 700 personel bersama petugas gabungan dari Kodim 0722/Kudus maupun Pemkab Kudus. Koordinasi akan terus kami lakukan dengan KPU dan Bawaslu,” tandasnya. (HS-08)