in

Trend Tingkat Kunjungan di Mall Turun, Begini Kata Pengelola Mal Semarang

Pembukaan gerai Kitchenette meramaikan tenant di DP Mal Semarang, Jalan Pemuda, beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – Trend tingkat kunjungan di mal yang akhir-akhir ini menurun ternyata juga dirasakan oleh pengelola mal di Kota Semarang. Padahal, keberadaan mal di Kota Semarang terus bertumbuh. Bahkan, setahun terakhir ini, terdapat tiga mal baru yang dibuka turut meramaikan bisnis ritel di Kota Lumpia.

Menurut Head of DP Mall Semarang, Antonius Budiawan, memang ada trend penurunan tingkat kunjungan di mal pada sekarang ini dari periode sebelumnya. Sementara, beberapa mal baru justru semakin bertambah.

“Kalau dari angka kunjungan terlihat turun, hal ini salah satunya imbas dari berkurangnya daya beli masyarakat yang masih terjadi,”ujarnya, Rabu (20/8/2024).

Belum lagi, kata Anton, karena faktor perubahan belanja online yang meningkat di masyarakat.

“Saat ini rata-rata per harinya tingkat kunjungan di DP Mal sendiri, untuk weekday sebanyak 12 ribu orang, dan akan meningkat di saat weekand sampai 15 ribu orang. Kalau dilihat rata-rata perharinya ada peningkatan kunjungan saat weekend,” katanya.

Sehingga saat ini pihak mal tengah berupaya untuk menarik outlet yang baru, sebagai daya tarik agar minat masyarakat untuk datang lagi ke pusat perbelanjaan.

Pihaknya pun juga akan meningkatkan jumlah outlet yang sudah ada.

“Kami menggandeng outlet baru namun tetap selektif dalam pemilihan untuk bisa ditempatkan di mal. Nantinya, selain outlet kuliner, outfit, juga akan ditampilkan khusus untuk tema gudget dan sport. Sehingga bisa menjadi daya tarik masyarakat ke sini untuk berbelanja,” pungkasnya.

Sementara, Pengelola Queen City Semarang eks Sriratu, yang juga CEO SRLand, Vonny Tresno Santoso, menjelaskan, sebanyak 30
persen tenant-tenant di Queen City Mal ini bidang kuliner, mulai dari kelas UMKM hingga brand ternama. Diantaranya, Skechers, produk outfit dan fesyen.

Menurutnya, mal ini merupakan bagian dari konsep mixed use, property. Seluruh bangunan dan fasilitas, mulai dari shopping mal, apartemen, ballroom, dan hotel berbintang dan gedung perkantoran yang terintegrasi dalam satu area bernama Queen City Mal. Dan tahun 2024, pihak SRLand Properties akan melaunching apartemen, kemudian berlanjut dengan pembangunan hotel di satu area tersebut. (HS-06)

Dr Rame Temukan Teknik Daur Ulang Air Limbah Industri Tekstil untuk Cegah Pencemaran

Meriahkan HUT Ke-79 RI, Satuan Pendidikan Weleri Gelar Lomba ‘Tembang Dolanan’