in

Nelayan Tambakrejo Semarang Rayakan HUT RI dengan Upacara Bendera di Atas Rumpon

Upacara Bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79 di atas rumpon oleh nelayan Tambakrejo Kota Semarang, Sabtu (17/8/2024).

HALO SEMARANG – Puluhan nelayan Tambakrejo Kota Semarang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79 dengan menggelar Upacara Bendera di atas rumpon, Sabtu (17/8/2024).

Mereka dari daratan menaiki perahu menuju rumpon dengan waktu sekitar 15 menit. Meski sederhana, kegiatan upacara berlangsung khidmat.

Rohmadi (53) ketua RT setempat mengatakan jika kegiatan upacara di laut ini baru pertama kali dilakukan. Pihaknya menggelar kegiaan ini sebagai bentuk syukur warga atas pekerjaannya yang rata-rata sebagai nelayan.

“Ini sebagai bentuk penghormatan kami kepada pekerjaan kami sebagai nelayan. Dan khusus budidaya kerang hijau,” ujarnya.

Rohmadi memang menyadari prosesi upacara tidak sempurna. Namun menurutnya, hal itu patut dimaklumi karena memang tidak ada persiapan sama sekali. Menurutnya yang penting adalah tujuannya.

“Tujuan kami merayakan kemerdekaan negara kami Indonesia. Di tengah laut yang tiap hari menjadi ladang mata pencaharian kami,” terangnya.

Upacara di tengan laut ini sekaligus menjadi penanda, bahwa laut bukan semata milik pemegang proyek-proyek besar di sekitar situ.

“Ini untuk menegaskan bahwa ada kami di Tambakrejo. Meskipun secara legal formal memang milik mereka. Namun ini adalah bentuk dari perjuangan untuk penghasilan kami,” bebernya.

Selain itu Rohmadi juga berharap, kemerdekaan Indonesia ini jadi pelecut generasi muda di kampungnya untuk lebih maju terutama dalam pendidikan. Generasi tua di Tambakrejo pun menurutnya sudah mati-matian menyekolahkan anaknya dengan layak agar nanti punya masa depan yang lebih baik dari orangtunya.

Rohmadi juga berharap besar, anak-anak di kampung bisa tumbuh lebih baik dan cerdas dan bisa memperjuangkan kehidupan kampung.

“Punya pekerjaan yang lebih bagus dan masa depan cerah. Kalaupun jadi nelayan ya nelayan yang sukses. Punya kapal besar dan bisa berkomunikasi dengan baik bersama pemerintah. Karena kalau kami kan seringkali nggak bisa lancar komunikasi dengan pemerintah karena keterbatasan ilmu,” katanya.

Sementara dari salah satu pemuda, Dinda Dwi (20) mengaku senang, kampungnya bisa menggelar upacara di tengah laut.

“Seru ya. Baru kali ini juga. Ya semoga bisa dilanjutkan untuk tahun-tahun depan. Semoga juga bisa jadi doa juga tangkapan bapak-bapak bisa semakin meningkat,” imbuhnya. (HS-06)

Tertemper Mobil di Gambringan – Jambon, KA 2 Bromo Anggrek Tak Bisa Lanjutkan Perjalanan

Terasa Istimewa, Cicit Buyut WR Soepratman Hadiri Peringatan Kemerdekaan ke-79 RI Tingkat Kota Semarang