in

Petik Kopi Gemawang Masuk Kalender Pariwisata Temanggung

Festival Petik Kopi Gemawang di Kecamatan Gemawang, Temanggung, Rabu (26/06/2024). (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah memasukkan event “Petik Kopi Gemawang”, dalam kalender pariwisata daerah itu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, Hendra Sumaryana, Rabu (3/7/2024) di Temanggung.

“Terkait dengan agenda Petik Kopi Gemawang, memang bisa kita jadikan event tahunan dan masuk kalender pariwisata Temanggung, kita kenalkan kepada masyarakat luas, regional, maupun nasional, bahwa kita punya agenda Petik Kopi Merah,” kata Hendra, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan perekonomian warga, potensi kopi Temanggung perlu dieksplorasi agar diketahui oleh para pengusaha dan pemerhati kopi secara luas.

Sebab event “Petik Kopi Gemawang” ini sangat potensial untuk berkembang, untuk itu perlu digelar setiap tahun.

Di sisi lain, event tersebut juga sebagai ajang untuk memamerkan kopi robusta dan arabika Temanggung, kepada para pengusaha domestik dan mancanegara.

“Kegiatan ini bisa dijual untuk pariwisata, yang pertama memang tidak semua daerah punya Festival Petik Kopi Merah, spesifik ini milik Temanggung. Apalagi, saat ini harga kopi yang luar biasa, jadi itu menjadi daya tarik wisata tersendiri,” terangnya.

Pihaknya akan melibatkan unsur yang terkait untuk menyukseskan kegiatan itu, dengan target utama mampu menyedot perhatian para wisatawan  nusantara, maupun mancanegara.

“Ini kita sinergikan dengan kebudayaan lokal yang ada di Kecamatan Gemawang, ada beberapa penampil kebudayaan yang kita ambilkan dari desa-desa, sehingga masyarakat bisa lebih paham dan lebih memperkenalkan kebudayaannya dan ini kita sinergikan dengan UMKM lokal yang ada di sini,” kata dia.

Seperti diketahui, Festival Petik Kopi Gemawang, tahun ini kembali diadakan di Kecamatan Gemawang, Temanggung, Rabu (26/06/2024) silam.

Festival Petik Kopi ini merupakan rangkaian yang setiap tahun dilaksanakan, untuk menyambut atau yang biasa disebut wiwiti masa panen kopi merah di Gemawang.

Pj Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo, seperti dirilis laman Badan Otorita Borobudur Kemenparekraf, bob.kemenparekraf.go.id, menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat Gemawang, karena telah dikaruniai alam sangat subur yang menumbuhkan kopi terbaik di Indonesia.

Menurutnya untuk menghasilkan kopi berkualitas baik, dia meminta petani tidak lagi memetik kopi hijau, tetapi benar-benar menunggu sampai kopi itu merah baru dipanen, kemudian diproses sehingga kualitas kopi menjadi baik.

Kegiatan ini adalah untuk mengangkat potensi kopi yang ada di Gemawang, di mana kopi robusta Gemawang memiliki rasa yang khas, dibanding kopi dari daerah lain. Hasil robusta dari tahun ke tahun disebut mengalami kenaikan yang signifikan.

“Jaga kemurnian kopi asli Gemawang dalam mengolah dan menjualnya, budaya petik merah yang sudah ada ini harus terus dilestarikan,” tandasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Agustin Peranginangin Direktur Utama Badan Otorita Borobudur menyampaikan bahwa kopi saat ini menjadi tren.

Tren minum kopi sambil nongkrong bersama teman-teman dan rekan kerja dan juga menjadi suguhan tamu instansi.

“Kita semua tahu, kopi sekarang menjadi primadona. Kedai kopi atau bahasa kerennya coffee shop ada dimana-mana. Pariwisata harus pandai menangkap hal tersebut. Dengan tingginya minat orang terhadap kopi, kita bisa mengubah peminat kopi menjadi wisatawan dengan cara mengadakan festival seperti ini. Mengenalkan kopi, memanen kopi, dan juga ilmu lainnya tentang kopi,” kata Angin.

Selain itu terdapat UMKM juga ikut meramaikan festival tersebut. Produk-produknya pun hasil dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Gemawang seperti olahan kopi, makanan serta beberapa kerajinan rumah tangga.

Dalam rangkaian kegiatan wiwitan ini dibuka dengan arak-arakan tumpeng dan ingkung yang sudah dipersiapkan oleh masyarakat di Gemawang.

Masyarakat sangat antusias menyambut festival ini dan mengikuti proses dengan memakai pakaian adat.

Sejumlah nasi tumpeng dan ingkung kemudian dimakan bersama-sama oleh masyarakat yang hadir pada syukuran tersebut. (HS-08)

Jalan Santai Jadikan Peringatan Harganas ke-31 Temanggung Makin Meriah

Wujudkan Tertib Administrasi, BPKPAD Purworejo Gelar Apel Kendaraan Dinas