in

Hotel FrontOne HK Resort Semarang Kembali Bangkit, Menonjolkan Sejarah 

Hotel FrontOne HK Resort Semarang. 
HAaLO SEMARANG – Hotel FrontOne HK Resort Semarang kembali bangkit dengan menonjolkan nilai-nilai sejarahnya. Aset milik Pemda Jawa Tengah saat ini kembali dengan wajah baru.

FrontOne HK Resort Semarang merupakan bangunan sejarah yang telah dibangun sejak 1926 sebagai rumah tinggal Gubernur Jawa Tengah saat itu dan beralih fungsi menjadi penginapan.

Pada tahun 1972, dilakukan ekspansi dengan penambahan beberapa kamar dengan gaya arsitektur Jengki, yang masih populer saat itu, memengaruhi penambahan tersebut.

Konsep menikmati pemandangan tetap menjadi fokus utama, sehingga di bagian belakang dibangun sebuah plaza atau resto untuk menikmati pemandangan.

Doni Avianto, General Manager FrontOne HK Resort Semarang mengatakan bahwa hal ini merupakan tantangan baginya sehingga harus mengenalkan kembali hotel yang telah lama agar masyarakat maupun wisatawan tahu dengan hotel kali ini.

“Hotel ini tidak dipinggir jalan, maka harus ada yang menarik untuk melihat dan mengenal HK Front One Semarang terbaru ini. Banyak orang mengetahui hotel lama, justru ini adalah daya tariknya karena ada storynya,” ujar Doni, Senin (10/6/2024).

Selain kekuatan sejarahnya, dengan total 90-an kamar, FrontOne HK Resort Semarang sudah mengalami pembaharuan dari kamar hingga penambahan fasilitas secara bertahap.

“Dulu hotel ini banyak artis bintang film yang menginap disini, banyak sekali kenangan sejarah artis jaman dahulu. Dibangun sejak 1926 pada jaman Belanda, sejarah ini yang harus kita promosikan,” jelasnya.

Selain nilai sejarahnya, Doni juga menggelar even-even kecil untuk mengenalkan hotel ini, seperti yang sedang digelar menggandeng UMKM dan membuat lomba mewarnai anak-anak untuk mengenalkan hotel yang saat ini sudah berubah yang kebetulan anak TK dan SD sudah melaksanakan ujian.

“Kami akan terus membuat even-even ke depan untuk lebih mengenalkan HK Front One, Agustus nanti juga akan kita adakan kegiatan lagi. Selain itu kami juga ada Jukustik (Jumat Akustik) yang menyasar anak muda kuliahan atau kantoran yang ingin nongkrong sambil ngopi melepas penat mereka,” ucap Doni.

Doni menambahkan bahwa konsep Jukustik ini seperti cafe bernuansa bali, dengan ornamen lampu-lampu yang disuguhi musik akustik, para tamu bisa memesan F&B dan bisa bernyanyi. (HS-06)

Bupati Lepas 130 Riders pada Touring Patriot Menjelajah Perbukitan Menoreh

Hasanah Tour Semarang Kembali Gelar Kampanye “Ayo Haji Muda” di CFD Simpanglima Semarang