in

Candi Borobudur Jadi Pusat Epicentrum Umat Buddha Dunia

Perayaan Waisak 2568 BE / 2024 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO MAGELANG – Kesuksesan perayaan Waisak 2568 BE, semakin mengukuhkan posisi Candi Borobudur, sebagai episentrum umat Buddha, sekaligus destinasi pariwisata yang diperhitungkan di mata dunia.

Hal itu disampaikan Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, dalam keterangan tertulis seperti yang dirilis Kementarian BUMN RI.

“Perayaan Waisak 2568 BE tidak hanya diikuti lebih dari puluhan ribu umat Buddha, akan tetapi juga mampu menarik puluhan ribu pengunjung ke Candi Borobudur,” kata Maya.

Menurut dia, ini sesuatu yang luar biasa karena menunjukkan sebuah harmoni yang indah di tengah keberagaman di Indonesia.

“Kesuksesan ini sekaligus mengukuhkan posisi Candi Borobudur sebagai salah satu episentrum umat Buddha dunia yang menarik minat wisata religi atau spiritual tourism dari wisatawan di berbagai belahan dunia,” kata dia.

Seperti diketahui, penyelenggaraan perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 di Candi Borobudur, membuat situs bersejarah itu menjadi pusat episentrum umat Buddha di seluruh dunia.

Puluhan ribu orang memadati Candi Borobudur untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara perayaan Waisak, termasuk pelepasan ribuan lampion yang menjadi ikon Waisak Nasional.

Bahkan mereka yang datang bukan hanya umat Buddha, melainkan juga warga dari berbagai agama. Mereka juga bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga bangsa-bangsa lain dari seluruh dunia.

Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat untuk menghadiri perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak surut.

Keindahan suasana dan khidmatnya acara di detik-detik puncak perayaan Waisak 2024 menjadi momen tak terlupakan bagi para pengunjung.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur pada perayaan Waisak tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu 63%.

Hal ini menunjukkan bahwa Candi Borobudur semakin menjadi daya tarik utama wisata religi di Indonesia, khususnya bagi umat Buddha.

Sejak Senin (20/05) hingga Minggu (26/05) terdapat jumlah kunjungan ke Candi Borobudur lebih dari 75 ribu.

Kunjungan tertinggi terjadi pada tanggal 23 Mei saat perayaan Waisak di mana terdapat sekitar 37 ribu kunjungan baik domestik maupun mancanegara yang terdiri dari umat Buddha yang melakukan peringatan detik-detik hari Raya Waisak juga kunjungan wisatawan yang ikut melihat prosesi perayaan tersebut.

Sementara angka kunjungan tahun sebelumnya berada di angka 46 ribu kunjungan.

Puncak perayaan diramaikan dengan acara Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, peringatan detik-detik Waisak, pradaksina Candi Borobudur, dan pelepasan lampion Waisak.

Ada pula agenda melakukan mindfulwalkingmeditation yaitu merasakan kesakralan Candi Borobudur melalui pradaksina dan meditasi yang dapat diikuti oleh masyarakat umum pada 24-25 Mei 2024.

“Selama perayaan Waisak dan libur cuti bersama kali ini Candi Borobudur mencatatkan kunjungan lebih dari 75 ribu atau meningkat 63% dari tahun sebelumnya,” sebut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management, Hetty Herawati.

“Kami juga mendapatkan banyak respon positif dari pengunjung terkait pelaksanaan Waisak dan pelepasan Lampion yang tahun ini dinilai lebih khidmat, termasuk beberapa side-event yang dihadirkan untuk mengisi libur long weekend Waisak,” tambah dia.

Menurut Hetty, peningkatan kunjungan ke Borobudur dalam event Waisak ini juga meningkatkan impact ekonomi ke masyarakat sekitar.

“Tiket pesawat kereta, hotel dan homestay di sekitar Borobudur terjual habis, bahkan peningkatan okupansi hotel juga terjadi di Jogja dan sekitarnya,” ujarnya.

Hetty menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mendorong event & program berbasis spiritual di Borobudur sebagai upaya memperkuat potensinya sebagai destinasi spiritual dan epicentrum Buddha dunia.

Lebih lanjut, Maya mengucapkan terima kasih atas antusiasme warga alam perayaan Waisak di Candi Borobudur.

“InJourney mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah hadir dan turut menyukseskan perayaan Waisak 2024,” ujarnya.

“Kami berharap para pengunjung mendapatkan pengalaman spiritual tourism yang mengesankan dengan mengikuti perayaan Waisak 2024,” harapnya.

“Ke depan, InJourney berharap bisa menyajikan beragam keseruan lainnya sehingga Candi Borobudur semakin menjadi kebanggaan seluruh masyarakat dan memberikan multiplier effect yang besar pada perekonomian Indonesia,” kata Maya Watono. (HS-08)

Miqat di Bir Ali, Petugas Ingatkan Perempuan Tak Boleh Bercadar

Sikapi SPPBE Culas, Mendag Janji Bakal Pantau ke Seluruh Indonesia