HALO SEMARANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak Selandia Baru untuk memperkuat kerja sama, dalam menangkal terorisme.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel, ketika menerima kunjungan Wakil Duta Besar Selandia Baru, Giselle Larcombe, di Kantor BNPT, Sentul baru-baru ini.
Menurut Kepala BNPT, kerja sama kedua negara perlu terus ditingkatkan, dalam rangka membangun resiliensi masyarakat.
“Kita harus melindungi masyarakat kita dengan membangun resiliensi, membangun ketahanan kawasan terhadap radikalisasi,” kata Rycko, seperti dirilis bnpt.go.id, baru-baru ini.
Komjen Rycko menambahkan saat ini terjadi penguatan sel-sel terorisme, yang salah satunya tampak dari peningkatan indoktrinasi di kalangan perempuan, anak dan remaja.
Namun paham atau ideologi ekstrem ini, dapat diputus dengan adanya pengetahuan serta kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya terorisme.
Sementara itu terkait deradikalisasi, Kepala BNPT menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan, dalam rangka mendukung proses reintegrasi warga binaan, untuk kembali ke masyarakat.
“Bahwa pembinaan ini dilakukan demi mendukung proses reintegrasi warga binaan, pada saat kembali ke masyarakat,” kata Rycko.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Selandia Baru ini memuji program deradikalisasi yang dilakukan BNPT,
Ia melihat upaya soft approach tersebut dapat dicontoh oleh dunia, termasuk Selandia Baru.
“Sesuatu yang saya pikir inovatif dan patut menjadi contoh bagi dunia,” kata Giselle Larcombe.
Dalam kesempatan tersebut, Giselle dan Atase Kepolisian Selandia Baru, Paul Laurence Borell, didampingi Kepala BNPT beserta jajaran juga meninjau kegiatan pembinaan rutin narapidana terorisme atau warga binaan pemasyarakatan yang sedang berlangsung, selain itu rombongan berkesempatan melihat Lapas Khusus Kelas IIB Sentul. (HS-08)