in

Penemuan Bayi Dibuang di Tambra Semarang, Berawal Ada Cerita Tangisan

Fitri (tengah) penemu bayi berjenis kelamin laki-laki di Jalan Tambra Dalam 11 RT 3 RW 11, saat ditemui di Puskesmas Bandarharjo, Senin (6/5/2024).

HALO SEMARANG – Geger bayi dibuang di Jalan Tambra Dalam 11 RT 3 RW 11, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang pada Senin (6/5/2024) pagi. Korban berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan di kediaman Fitri usai tetangganya bercerita ada tangisan bayi.

Lurah Kuningan, Andi mengatakan saksi menemukan bayi itu pada pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi bayi dalam keadaan sehat dengan berat sekitar 2,6 kilogram dan panjang sekitar 50 centimeter.

Saat ini bayi itu langsung dibawa ke Puskesmas Bandarharjo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari penanganan sementara, bayi itu diprediksi lahir pada Minggu (5/5) malam.

“Kondisi masih ada ari-arinya, tali pusar juga masih ada, dalam keadaan tali pusar dan ari-ari sudah mengering, diperkirakan menurut informasi dari pihak puskemsmas sudah lahir malam harinya. Jadi ari-ari sudah mengering,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menceritakan jika awalnya ada tetangga Fitri yang bercerita ada tangisan bayi pada pukul 04.00 WIB. Selain itu saksi tersebut juga mendengar suara gesekan barang.

Paginya, Fitri kemudian mendengar cerita itu pada pukul 06.30 WIB. Selang beberapa saat, Fitri yang hendak beraktivitas sebagai bisnis loundry menemukan bayi itu di dalam ember yang ditindih ember lagi.

“Paginya jam 7.00 bu Fitri pemilik laundry mau mengangkat ember dan di ember itu kok berat ternyata ada bayi laki-laki,” paparnya.

Saat ditemukan, bayi itu terbungkus daster berwarna pink. Di lokasi itu juga ada pesan bertuliskan “MINTA TOLONG JAGANO MBAK” dan juga ada susu yang ditinggalkan.

Saat ini, ia tengah menunggu Dinas Sosial untuk bayi kemudian diserahkan ke RSUP Kariadi untuk penanganan kesehatan. Namun, hingga kini sudah banyak yang ingin mengadopsi bayi itu termasuk orang yang pertama kali menemukan.

“Rencana adopsi sudah banyak, perangkat saya sendiri juga banyak mungkin tadi pak bhabin juga pengen adopsi. Tindak lanjutnya sudah koordinasi sama dinsos sama polsek nanti yang bisa memastikan yang menentukan (adopsi) pihak dinsos,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskemas Bandarharjo Suryanto Setyo Priyadi bersikap tak kooperatif kepada awak media yang sedang mengambil gambar bayi dari jarak yang cukup jauh. Setyo bahkan menepis dengan keras ponsel milik seorang awak media dan melarangnya mengambil gambar. Setyo juga mengaku, kasus ini bukan urusan wartawan, melainkan urusan polisi. (HS-06)

Maksimalkan Pelayanan pada Pasien Kanker, RSWN Kota Semarang Segera Miliki Gedung Onkologi

Polres Klaten Ajak Keluarga Jadi Benteng Antinarkoba