HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif mendukung Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang yang berhasil merevitalisasi pembangunan dua taman kota, yakni Taman Singosari di Jalan Pleburan Raya dan Taman Siranda di Jalan Diponegoro Semarang yang saat ini terlihat makin cantik dan sudah tertata dengan baik. Sehingga sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang publik dan sekaligus menambah ruang terbuka hijau serta mempercantik wajah Kota Semarang.
“Kami mendukung atas kerja sama antara Pemkot Semarang dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya yang berhasil merenovasi dan membenahi dua taman kota, Taman Siranda dan Taman Singosari. Saya berharap, dua taman yang sudah baik dan menjadi cantik itu, bisa dinikmati oleh masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bisa ikut menjaga kebersihan taman ini,” jelasnya, Minggu (5/5/2024).
Selanjutnya, kata Afif, setelah dua taman kota tersebut berhasil dibangun dan juga sudah diserahkan kepada Pemkot Semarang, masyarakat juga diimbau agar bisa ikut merawat dengan baik. Sebab, menurut Afif, dalam membangun itu jauh lebih mudah daripada dalam hal merawat taman yang dibangun.
“Karena kelemahan kita selama ini adalah dalam hal perawatannya, dan kalau perawatan juga bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga, maka ini akan menjadi lebih ringan dari segi anggaran maupun implementasinya bisa makin efisien dan efektif,” katanya.
“Ke depan, kami juga ingin tidak hanya sebatas perawatannya saja, namun pengembangan pohon atau tanaman yang tidak menarik atau kurang cocok dengan kondisi cuaca di Semarang bisa diganti dengan tanaman hias yang membuat asri dan mengeluarkan bunga, sekaligus indah dipandang mata. Lalu, untuk taman kota aktif yang sudah dipakai ruang publik, bisa dikembangkan untuk fungsi lainnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Misalnya seperti tempat edukasi masyarakat dan sarana rekreasi,” imbuhnya.
Dewan juga berharap semua taman kota, baik yang aktif maupun pasif bisa ditata dan dibenahi secara massif. “Selain penambahan fasilitas, dari segi pengawasannya harus lebih diperluas agar fungsinya tidak disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo menjelaskan, bahwa nantinya taman ini dikonsep sebagai taman pasif. Revitalisasi Taman Singosari bertujuan juga menambah Ruang Terbuka Hijau untuk menciptakan Kota Semarang yang lebih teduh dan ramah lingkungan dan mempercantik wajah Kota Semarang.
“Dengan adanya pengembangan Taman Siranda ini diharapkan dapat menyeimbangkan ekologis kota dan kegiatan interaksi sosial maupun kegiatan pendidikan. Dengan adanya program CSR ini, diharapkan Kota Semarang semakin maju dalam melayani kebutuhan masyarakat terhadap sarana edukasi dan rekreasi melalui taman-taman yang lebih baik lagi.
Adapun untuk perawatan dua taman ini sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang, karena kita sudah terima jadi. “Semoga bisa kami rawat dengan sebaik dan all out,” ujarnya.
Sebagai informasi, bahwa program revitalisasi Taman Singosari dari Gojek dengan anggaran senilai Rp 1,2 miliar. Taman ini memiliki luas kurang lebih 1.400 meter persegi. Sedangkan revitalisasi Taman Siranda dari program CSR PT Wicaksana, yakni senilai Rp 1,5 miliar. Taman ini memiliki luasan kurang lebih 500 meter persegi.(HS)