in

Bertemu Wakil Perdana Menteri Belanda, Airlangga Angkat Potensi Kerja Sama Giant Sea Wall

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Wakil Perdana Menteri Belanda, Karien Van Gennip, di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris baru-baru ini. (Foto : ekon.go.id)

 

HALO SEMARANG – Indonesia membahas sejumlah potensi kerja sama dengan pemerintah Belanda, salah satu di antaranya adalah pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Belanda, Karien Van Gennip, yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial dan Tenaga Kerja, di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris baru-baru ini.

Rupanya peluang kerja sama itu pun mendapat sambutan positif dari Wakil PM Belanda, Karien Van Gennip.

“Belanda telah mempunyai pengalaman panjang dalam membangun bendungan dan dam. Dengan senang hati, kami siap untuk berkontribusi dalam proyek strategis tersebut,” kata Karien Van Gennip, seperti dirilis ekon.go.id.

Selain giant sea wall, mewakili Pemerintah Indonesia, Airlangga juga mengapresiasi dukungan kuat Belanda, terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD.

Keanggotaan Indonesia di OECD merupakan prioritas strategis Pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah Indonesia bertekad untuk memenuhi semua persyaratan keanggotaan. Wakil PM Belanda mengapresiasi komitmen tersebut dan menyampaikan kesediaannya untuk mendukung aksesi Indonesia ke OECD.

“Belanda berkomitmen untuk terus mendukung upaya dan langkah-langkah Indonesia dalam proses keanggotaan OECD. Kami juga dapat berbagi pengalaman dan best practices dalam melakukan reformasi struktural domestik,” ujar Wakil PM Van Gennip.

Dalam pembahasan perkembangan perundingan Indonesia-EU CEPA, kedua menteri sepakat CEPA merupakan game changer dalam upaya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dan Uni Eropa (UE). Untuk itu, perlu dilakukan percepatan penyelesaian perundingan.

“Perlu dilakukan langkah-langkah terobosan untuk mempercepat penyelesaian perundingan yang sudah berlangsung selama delapan tahun,” ungkap Menko Airlangga.

Selain itu, diskusi juga menyentuh isu-isu kerja sama lainnya, seperti tindak lanjut implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP), dan perkembangan kerja sama dalam bidang keuangan.

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Menteri Perdagangan RI, Duta Besar RI Paris, Sekretaris Kemenko Perekonomian, dan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian. Wakil PM Belanda didampingi oleh para pejabat dan jajaran dari Pemerintah Belanda. (HS-08)

Empat Unsur Budaya Meriahkan Semarang Night Carnival, Mbak Ita: Ajang Promosi Wisata

199 Warga Penggarap Lahan Kemenag di Depok Terima Santunan dari UIII