HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, meyakinkan masyarakatnya bahwa stok gas LPG (elpiji) 3 kilogram di Kendal aman. Hal itu ia sampaikan saat berdialog dengan salah satu awak media yang sedang meliput sidak Bupati di agen dan pangkalan LPG di Kendal.
“Tapi selama ini kesulitan kamu?” tanya Dico sambil menunjuk seorang awak media, saat sidak di salah satu pangkalan di jalan Soekarno-Hatta Kendal, yang diunggah di media sosialnya, Senin (8/4/2024).
“Sangat kesulitan pak,” jawab awak media yang juga warga Kendal tersebut.
“Lha ini kenapa nggak (beli) di pangkalan?,” tanya Dico lagi. Lalu awak media tersebut mengaku tidak tahu, karena rumahnya berada di wilayah Kecamatan Ngampel, yang jaraknya sekira 8 kilometer dari pangkalan.
Selain itu, si awak media mengaku tidak mengetahui jika warga bisa membeli gas LPG 3 kilogram secara eceran di pangkalan.
“Jadi selama ini belinya di pengecer? Pangkalan belum pernah ya? Belum tau ya. Dikira tidak boleh beli di pangkalan. Coba (beli) di pangkalan, ada nggak. Kalau nggak ada telepon saya,” ujar Dico kepada awak media tersebut.
Bupati menjelaskan, pantauan yang pihaknya lakukan adalah di Pertamina, SPBE, agen maupun di tingkat pengecer.
“Tadi sudah kita datangi di SPBE, agen, pangkalan. Pada umumnya mereka menyatakan stok aman, bahkan di tingkat agen pun menyatakan hal yang sama, stok aman. Sedangkan untuk di pangkalan gas elpiji tiga kilogram juga ada,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Bupati juga berusaha meyakinkan masyarakatnya, menjelang Lebaran kuota gas melon 3 kilogram untuk Kendal bukannya dikurangi, justru ditambah sebesar 3 persen dari kuota 770.000 tabung per bulan.
Terkait dengan keluhan masyarakat tentang kelangkaan gas 3 kilogram, pihaknya sedang melakukan penelusuran alur distribusi dari atas sampai bawah.
“Berdasarkan hasil riset dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, kelangkaan gas tiga kilogram ini disebabkan oleh adanya perilaku panic buying masyarakat menjelang Lebaran. Selain itu juga banyak warga yang men-stok gas,” tandasnya.
“Jadi tidak ada indikasi adanya permainan, nanti setelah ini akan saya cek ke beberapa pengecer seperti apa permasalahannya. Bila nantinya ditemukan indikasi itu, akan ditindak lanjuti. Kami akan segera berkordinasi dengan Polres,” imbuh Bupati.
Sementara pemilik pangkalan Eko mengaku, untuk harga gas LPG 3 kilogram di tempatnya Rp 16 ribu. Untuk pasokan dua hari sekali datang, kecuali tanggal merah.
Sementara itu dari pantauan, Senin (8/4/2024) kelangkaan gas LPG 3 kilogram masih dikeluhkan sejumlah warga di Kendal. Menurut warga, kelangkaan sudah sejak awal bulan puasa. Kalau pun ada harganya bervariasi, mulai Rp 25 ribu – Rp 27 ribu per tabung.
“Kalau kita dibilang men-stok gas tiga kilogram atau membeli dalam jumlah besar karena panik ya lucu. Lha wong kita saja kalau beli itu sambil nukar tabungnya. Jadi ya dapatnya cuma satu tabung, kok dibilang men-stok,” ujar Yani warga Kendal. (HS-06)